Silahkan berbagi puisi anda dalam bahasa apa pun dengan mengisi koak komentar di bawah:
BIMBANG
oleh: Nissa
Bimbang..
Andai kau hadir lebih dulu
Andai ku belum menjadi miliknya
Andai mudah bagiku
Tuk menentukan pilihan
Q menginginkan Mu
Tapi dia tlah disisiku
Lebih dulu
Bahkan sebelum kau hadir
Tapi kau datang
Mengombang ambingkan perasaanku
Membuat q letih
Menghadapi semuannya
Q bahagia bersamamu
Tapi q tak bisa meninggalkannya
Q mencintaiMu
Tapi q lebih dulu menyayanginya
Lalu apa yang harus q perbuat
Untuk dua pilihan yang sulit ini?
DANGDING PATI
oleh: Dadi A Fudholi
nungkulan jangji, nyaliksik wanci
dipirig ku dangding pati
(1110)
moro sésa kasono
moro sésa kasono
nu kungsi nyeungceum rasa
ngubeng kecaping du’a
moro sésa kasono
ngarumpak ajir kaketir
(1110)
JARAK ANTARA
oleh: Izsis Iswanto
malam dan pagi berjarak sangat tipis
begitupun mimpi dan hidupmu
sangat tipis.
dekatilah,pahamilah,rangkulah
kau pasti akan berdiri kuat disana.
AKU PADAMU, BU
oleh: Suci
Satu rindu, rindu sekali . menyaksikanmu tertidur lelap setelah kepayahan dengan tugas-tugas yang harus kau laksanakan seharian, orang bilang itu kodrat. Kau tak kan pernah tau, betapa dalam malam- malam aku gelisah, mendapati garis-garis keriput diwajahmu bertambah satu demi satu , tiap harinya. Hembus nafasmu kurasakan sampai kehati. Sebelumnya, aku suka bermain dengan kosmetikmu yang tertata rapi di meja hias kamarmu. Lalu kau akan memarahiku karena bekas gincu ada dimana-mana. Kau tak kan pernah tau, diam-diam aku memperhatikan dengan detail, bagimana kau memulas rona pipimu, lentik matamu, garis bibirmu, semuanya ,saat kau dengan anggunnya berada di depan cermin , lalu senyummu mengembang setelah itu . Setelah rapi dan berganti pakaian, kau tinggalkan meja hiasmu, dengan aku termangu didepannya. Aku menirukanmu, senyummu, bicaramu, sikapmu, tingkahmu , semuanya. Tapi percuma. apapun yang kulakukan , sama sekali tak bisa membuatku jadi sepertimu . tak bisa. Aku pernah menyakitimu dengan tingkahku . Bagaimana bisa aku membuatmu menangis, sedang kau tak pernah membiarkan air mataku menetes sekalipun. Sungguh sesalku tak terkira. Aku sakit, Aku sakit, saat kau harus berbohong. Saat kau berikan nasi terakhirmu padaku kala kita tak punya apa-apa lagi untuk dimakan,dan kau bilang, “makanlah nak, aku tak lapar.” Dan kau masih saja berbohong. Saat kau berikan uang terakhirmu sebagai uang sakuku, kala kita harus bekerja keras tiap harinya, dan kau bilang “ ambilah nak, ibu masih ada uang” Kau terus saja berbohong,kebohongan-kebohongan lain yang tak mampu lagi untuk kuungkapkan. Dan dalam kesakitanku, kembali muncul satu rindu, rindu sekali. Rindu sentuhan lembut dan kasih sayangmu, rindu tak terperi.
KALAKAI MURAG
Oleh: Winatatatasurya
kalakai murag dina luhur cai ,palid ka bawa ku walungan .ngalir ngalengkah dina cadas anu keur aya lukutan. mun babasaan kudu gaduh purwa mukti dina sagara kahirupan .luhur ajen dina purwa bahasa eling dina carita hirup mangsa waktos patukangan ,cak siloka …… moal murag bentang anu luhur di jomantara marcapala mun satia kana purwa daksi .moal murag bulan anu luhur di marcapada mun satia kana purwa wiwitan ,moal murag panon poe anu luhur di marcaloka mun satia kana purwa bahasa hirupna.


8 tanggapan kepada “Kirim Puisi”
e'good
Agustus 20th, 2011 pukul 23:52
belum aku cinta pada-mu Ya Tuhan?
Ali Don't Cry
Agustus 25th, 2011 pukul 00:02
Cinta atau KITA ??
Hati terbalut api,
jiwa terbungkus matahari
adakah kebenaran cinta sejati?
…sedang ruh terbungkus karena cinta-Nya
kita dan nafas kita
aku menjadi AKU
yang terbungkus renjana
sedang cinta yang mana yang kita punya ?
Cinta kita ??
hanyalah metafora dunia
yang terbalut hasrat
takkan abadi…
Cinta ??
akh, aku terpedaya
di rajuk angan memburu
terbawa diri tenggelam …………………………….
Muhammad Topan Syukur
Agustus 25th, 2011 pukul 00:14
Sang pelacur Tuhan
Bersmbunyi bersmbnyi dblk rrentuhan mlm
lmah trkulai pampang knkmtan kelam
dicumbu rembuln hapus keinginan
sang psona tbar lmbar bhgia ssaat
di hmpri pnh paksa
di cumbui penh siksa
lmbr hidp brtnya
dispa palngkan muka
dia ada tp dibngkam paksa
ta dianggap mski rembulan
sama brada di atas ubun2nya
sang pelacur Tuhan….
snyum di blik air mta
dibngkm,,,,
padahal dia mnusia
ta ada sertfikat/atau rapot
dlm benak hnya putih tersirat
klam dan hitam
ta’ didamba/diharap
sang pelacur Tuhan
khendak-Nya bkn kemauanny
pulang ………
brbring lusuh dihmpran kain yang sama……
an2deton
September 17th, 2011 pukul 22:01
TUHAN MEMANG ANEH
Hmmm….
km……..
Tuhan,.aq yakin jika km ada wujud dkt kami2 manusia yg jalang ini..km hanya akan penuh makian,umpatan,cercaan,penganiayaan!
manusia memang terlalu kerdil dlm tempurung otaknya yg kecil!
Tuhan..,.
Hehehe..ktka manusia berbicara sndrian,.dia pzti di asumsikan gila!
tp knp ktk dia brbicara dlm pintamu,.dia dikata berdoa?
Tuhan ini aneh..
ketika ada seorang pencuri tertangkap dia di hukum pancung..tp yg memancungnya siapa yg menghukum?
Tuhan…izinkan aq bs menyapamu,.ada satu pinta dlm hidupku!
izinkan aq Tuhan…
aq ingin menyapa n meminta,bkan dlm imaji..bkn dlm fana!
Tuhan…
skenarionya mana..?
yep,..skenario hidup aq!
aq mw merubah skenarionya!!
Dadan Andana
Oktober 23rd, 2011 pukul 13:12
Dodoja
Dadan “Dora” Andana
Asa can lila ngukur kujur
bet wanci geus surup matapoe jempe
kembangsore geus ngulahek dipetik ku indung ngejo
bet hate merejel hayang ngudag raga nu anyar kapicangcam
bet gede hate merelekeun kanyaah
bet betah ngahephep di lahan batur nu cenah mah subur
bet poho kejo haneut di imah sorangan
nya kamana ari kuring? da ieu lain kuring
nya kamana iket nu mageuhan jangji hirup
nya kamana nyanghareup hirup pinuh ku keupeulan peureup
bere jampe ieu hate
balikeun ka asal sanajan meuntas ajali
kamana ki sunda kamana ki djati kamana nurjati kamana nurjali
asa can lila ngukur kujur
AL-FAQIR ILAA ROHMATILAH
November 1st, 2011 pukul 05:20
TUHAN,
aku takpernah melihat bibir-Mu kering
bila engkau mau
biarkanlah bibirku mesrai bibir-Mu
kan ku lumat dalam-dalam
agar asma-Mu tenggelami ruh-ku
hingga tak dapar di bedakan lagi
Sulastry Naziifah Nada
Februari 3rd, 2012 pukul 11:48
TABIR BERDURI
Diantara batas langit
dan kesaksian hati nurani
melakoni garis-garis improvisasi
menempuh langkah-langkah simponi bumi
dengan serbuk cinta kasih
diiring tangisan lirih
terbuai bahagia
berpahat luka
atau sesaat terpampang kias senyuman
dalam rona kejujuran
mengisi ruang-ruang kesucian
dalam angan-angan keabadian
_Athree_031207_
dirjawiharja
Februari 17th, 2012 pukul 06:20
Sekiranya, Wahai
Engkau berada di ujung dunia..
Maka aku akan kesana menjemputmu…
Walau kutau tubuh ini pasti terkoyak..
Raga ini lumat dan tercabik-cabik..
Sebab sudah kubilang…
Tidak memlikimu adalah kegilaan yang luar biasa…
Sebab jasad ini sudah tidak penting lagi,
karena Isi dada inilah aku melemparkan diri..
Walau kutau, engkau belum tentu..