Posts from the ‘Babad Tatar Sunda’ Category

Wilayah Subang Seibarat Halaman Depan Dalam Tataruang Dan Permukiman Tatar Sunda

H.R.Hidayat Suryalaga.

1. Bila Tatar Parahiyangan diibaratkan sebagai “ruang dalam” dari sebuah rumah Urang Sunda atau yang merasa jadi urang Sunda, maka Tatar Subang layaknya adalah halaman terdepan dari Tatar Sunda/Jawa Barat.

Perjalanan dari arah barat dari Ibu kota RI bila akan menuju ke arah Timur, sebagian besar akan melalui wilayah Tatar Subang, demikan pula sebaliknya. Sejak masa silam posisi strategis Tatar Subang menjadi persinggahan awal para “tamu”. Tercatat dalam sejarah ketika Syech Quro menyebarkan agama Islam  diawali dari wilayah tatar Subang (tepatnya wilayah Karawang sekarang). Ki Gede Wangsagoparana  penyebar agama Islam pada masa-masa awal dan menjadi cikal bakal para leluhur Cianjur, berkenan menetap  di Pasarean Nangkabeurit- Sagala Herang. Read more…

Terusiknya Kemesraan Antara Ruang Kehidupan Alamiah Dengan Manusia Dalam Usaha Untuk Ngertakeun Bumi Lamba

H.R.Hidayat Suryalaga

1. Dalam judul wacana di atas, ada satu “kalimat” yang mungkin terasa masih agak asing dalam pengertian kita yaitu “NGERTAKEUN BUMI LAMBA”. Istilah tsb terambil dari Naskah Kuno SANGHIYANG SIKSA KANDA’NG KARESIAN (Th 1518 M), ketika pemerintahan  Sang Prabu Siliwangi (Jaya Dewata, Sri Baduga Maharaja, Keukeumbingan Raja Sunu, Sang Pamanah Rasa – 1482 – 1521 M) di kerajaan Pajajaran. Dalam naskah tsb. dikatakan bahwa tugas manusia hidup di dunia adalah untuk Ngertakeun Bumi Lamba yang artinya MENJEJAHTERAKAN KEHIDUPAN DI DUNIA  dan ini sepemaknaan dengan konsep RAHMATAN LIL ALAMIN.

Read more…

Amanat dari NASKAH CIBURUY sebagai Sumber Pembentukan Karakter Masyarakat Garut

H.R.Hidayat Suryalaga

Ternyata berdasarkan data historis wilayah Garut-Suci mempunyai kedudukan yang sangat kuat dan mendasar dalam memberi warna pada karakter Urang Sunda/Jawa Barat. Berbahagialah kita yang kini masih berkesempatan untuk menyimak, menafakuri, dan mengamalkan kearifan lokal. Meskipun sedikit terlambat bagi kita untuk mengetahui nilai-nilai kearifan nenek moyang kita.

Demikian pula dalam khazanah naskah kuno Tatar Sunda, dikenal sebuah naskah  dengan nama AMANAT GALUNGGUNG atau SEWAKA DARMA atau  NASKAH CIBURUY (tempat ditemukannya naskah tsb. di daerah Garut) dengan kode Kropak No 632. Ditulis di atas 7 lembar daun nipah dengan menggunakan aksara Sunda.

Read more…