PENA PANCANITI

re

TTM (Tuhan Tapi Mesra)

Q     Jika suata saat nanti saya dianugrahkan untuk bisa menciptakan seekor binatang, saya akan atur peredaran darahnya, saya susun tulang belulangnya, saya bungkus tulang itu dengan daging, kemudian saya balut semua itu dengan kulit. Setelah itu saya pasangkan bermacam asesoris seperti telinga, mata, hidung, lidah, gigi, tangan, kaki, ekor, dan bulu bulu, serta berbarengan dengan fungsinya. Jika telah sempurna menjadi seekor binatang, maka saya akan mengatur setiap gerak-gerik hidupnya. Agar ia masuk dalam ide penciptaan saya yang bertujuan mencapai nilai luhur dan agung.
Saya tidak akan hanya memerintahkan binatang tersebut untuk melakukan ini, jangan berbuat itu, jangan makan apa saja, atau apa pun. Tapi disamping itu, saya akan memberinya fasilitas yang memadai: saya kasih makan minum, dan memberinya bekal berupa indra serta kegunaannya, dan saya pun menjamin seluruh unsure kehidupan binatang itu. Jika dia melakukan apa yang saya ingin, meninggalkan apa yang saya tidak mau, maka makanan dan minumannya akan saya tambah lebih banyak, dan semua indranya akan saya buat semakin tajam. Tapi jika dia tidak melakukan apa yang saya perintahkan, dan justru mendobrak apa yang saya larang, padahal sudah saya beri bekal dan fasilitas, maka tidak akan menunggu lama, akan saya sembelih saja hewan tersebut. Toh saya yang buat dan saya juga yang memfasilitasi. Jadi saya bisa berbuat apa saja. Baca lebih lanjut…

Selaksa Do’a Untuk Ayah Ibu

mama wallpeaper 2Bismillahhirrahmanirrahim.. aku sanjung kekasih-Mu Muhammad bin Abdullah, dengan sanjungan yang banyak. Sebanyak apa-apa yang Engkau ketahui, dan sebanyak apa-apa yang tidak aku ketahui. Wahai Pencipta Adaku.. aku sujudkan batinku di hadapanmu mendo’a untuk ayah dan ibu.

Wahai Peniup Roh ke dalam badanku.. Saat aku berada di rahim ibu, dia tak pernah mengaduh dan mengeluh. Dia ucapkan syukur karena Engkau akan anugrahkan amanat-Mu berupa aku. Ayah rela tidak tidur untuk menjaga dan mengusap-usapku yang ada dalam perut ibu. Oleh karena itu, gantilah itu semua dengan usapan cinta-Mu dan penjagaan kasih-Mu kepada mereka berdua.

Wahai Maha Pendendang lagu kebesaran.. Saat aku melihat dunia dengan tangis, ayah dan ibu tertawa bahagia. Mereka tak jijik melihatku yang berlumur darah. Dan mereka dendangkan nama-Mu pada telingaku yang masih suci. Oleh karena itu, janganlah Engkau merasa jijik mengampuni setiap kesalahan yang mereka lakukan kepada-Mu. Alunkanlah seruling kebesaran-Mu pada setiap gerak langkah mereka.

Wahai Maha Pemeluk hamba yang kesepian.. Saat kecil aku sering menangis karena berkelahi dengan teman sebayaku, ayah dan ibu selalu memeluk menghiburku. Mereka berbisik di telingaku, ‘bersabarlah nak..’. oleh karena itu, peluklah jiwa mereka untuk selalu merasakan keagungan-Mu. Dan jika mereka menangis, maka usaplah air mata itu dengan tangan-Mu Yang Lembut.. Baca lebih lanjut…

Ketika Menjadi Manusia Pura-Pura

cin2         Untuk pertama kalinya saya dan beberapa kawan satu jurusan ditugaskan untuk membuat sebuah karya dalam bentuk film, yang biasanya karya tersebut selalu dengan mudah kami nikmati dari hasil buah tangan para sutradara film melalui bioskop, televisi, internet, dan media visual lainnya. Kami hanya tinggal mengeluarkan uang sebesar puluhan ribu untuk menikmati film itu, tanpa harus ikut andil dalam membuat, bersusah payah, mengorbankan berbagai yang dimiliki, dan bekerja sama dengan para crew untuk akhirnya segala ‘rukun dalam pembuatan film’  menjadi sebuah karya yang bisa dinikmati khalayak.
Dalam tulisan ini saya tidak akan memaparkan cara bagaimana membuat sebuah film, mulai dari cameramen, artis, mace up, peñata lampu, artistic, serta berbagai kerumitan yang dihadapi ketika shooting. Tapi, saya hendak mengutarakan sebuah nilai, kreativitas, dan ilmu ynag didapat ketika saya terlibat dalam pembuatan sebuah film, dan kebetulan saya ditugaskan menjadi salah satu pemain (Aktor).

Di kehidupan nyata, saya orang yang sangat suka menghina dan mencibir orang lain. Tapi dalam skenario film, saya tiba-tiba bisa menjadi manusia yang berpura-pura santun dan lemah lembut dalam berbicara. Di kehidupan nyata, saya adalah orang yang begitu malas pergi ke kampus untuk kuliah. Baca lebih lanjut…