gempaoleh: Sanghyang Mughni Pancaniti

Hari Rabu lalu, gempa bumi terjadi kembali. setelah sebelumnya mengoyak bumi jawa barat, kini gempa bumi mengoyak bumiranah Minang atau Sumatra Barat.

Kurang lebih hampir 500 orang tewas dalam kejadian ini, ribuan orang luka-luka, dan ratusan orang dinyatakan hilang. selain itu gempa bumi ini mengakibatkan ribuan rumah rusak, dan bangunan-bangunan lain ambruk, seperti Rumah sakit, hotel, dan lain sebagainya. air mata pun mengalir, darah pun bersimbah di tiap penjuru kota.

Ebiet G Ade menulis dalam sebuah syairnya, “Anugrah dan bencana adalah kehendak-Nya, kita harus sabar menjalani. hanya cambuk kecil agar kita ingat, bahwa Dia diatas segala-galanya.” ya…! setiap terjadi bencana, disitu ada kehendak Allah, namun Allah tak semata-mata menghendaki sebuah bencana jika tak ada sebab-musasababnya.  apakah mungkin karena kita telah melupakan-Nya? dan mungkin kita telah lupa bahwa kita memiliki Tuhan?

inilah salah satu kasih sayang Allah kepada hamba-Nya melalui sebuah bencana. agar mereka sadar bahwa mereka punya Tuhan. ini terbukti, setiap terjadi bencana, orang-orang hanya bisa pasrah dan yang mereka teriakan adalah, “Allahuakbar……Allahuakbar..” dan kalimat Tauhid lainnya, kalimat ini terucap secara spontan. karena mereka sadar bahwa tak ada yang bisa menolong mereka selain Allah.

Duhai Allah yang mengenggam langit dan bumi serta seluruh isinya, bantu;ah kami agar selalu mengingat-Mu, baik dikala susah maupun senang. agar Engkau pun mengingat kami dikala kami membutuhkan pertolonganmu. wahai Allah yang mengenggam langit dan bumi beserta seluruh isinya, ampunilah dan rahmatilah saudara-saudara kami yang meninggal dalam bencana. serta jauhkanlah kami dari berbagai bencana yang akan menimpa kami. kami yakin Ya Allah.. bahwa untuk mewujudkan itu semua sangat mudah bagi-Mu.”