Sesudah Abu Bakar masuk Islam, orang-orang dari masyarakatnya sendiri yang dipercayainya dan yang suka mengunjunginya dan duduk dengan dia, diajaknya beriman kepada Allah dan kepada Islam. Maka yang sudah Islam karena diajaknya adalah Utsman bin Affan dan tujuh orang lagi yang lain. Oleh Abu Bakar mereka yang sudah memenuhi seruannya itu diajaknya menemui Rasulullah SAW, lalu mereka menyatakan masuk Islam dan melakukan shalat.

Ibnu Sa’id mengatakan dalam at-Tabaqat,
“Utsman bin Affan dan Thalhah bin Ubaidillah pergi mengikuti Zubair bin Awwam, dan masuk menemui Rasulullah SAW. Beliau menawarkan Islam kepada mereka berdua dan membacakan beberapa ayat al-Qur’an serta memberitahukan kepada mereka tentang ketentuan-ketentuan Islam dengan menjanjikan kemulian dari Allah bagi mereka. Kemudian keduanya beriman dan percaya. Utsman berkata,
“Ya Rasulullah, saya baru kembali dari Syam, sesudah kami sampai Mu’an dan Zarqa’, kami seperti orang yang sedang tidur, terdenganr ada suara yang memanggil, terdengar ada suara yang memanggil-manggil kami, ’Hai orang-orang yang sedang tidur, bergegaslah bangun, Ahmad sudah di Makkah.’ Maka kami datang dan kami mendengar tentang dia.

ALI DAN FATIMAH BERTENGKAR

k
etika Fatimah dan Ali sedang bertengkar. Rasulullah mendengar pertengkaran itu. Beliaupun segera mendatangi rumah mereka. Jelas terlihat wajah Rasulullah terlihat muram. Beliau masuk dan langsung berbaring. Fatimah datang dan langsung berbaring di sisi beliau. Ali pun datang dan berbaring disisi lain. Rasulullah kemudian menasehati mereka, hingga akhirnya mereka berbaikan kembali. Setelah itu, Rasulullah pun keluar dengan wajah yang ceria. Seseorang bertanya.
”Engkau masuk dengan wajah muram, dan keluar dengan wajah ceria.?”
Rasulullah menjawab:
”Ya. Aku telah mendamaikan dua orang yang sangat aku cintai.”

DO’A BAGI USAMAH DAN HASAN

setelah hijrah pertama ke habasyah, Khadijah menerima sebuah kabar gembira. Ummu Ayman sedang menjalani proses persalinan. Mendengar hal itu Zaid bin Haritsah , suami Ummu Ayman, segera pulang.
Tak lama kemudian, Zaid kembali dengan gembira. Diceritakannya kepada khadijah bahwa istrinya telah melahirkan seorang anak laki-laki yang hendak diberinya nama ”Usamah”. Khadijah pun gembira mendengar hal itu.
Rasulullah sangat menyukai Usamah. Sering beliau berdo’a, untuk Usamah dan Hasan, cucu beliau dari Fatimah. Dengan do’a
”Ya Allah, cintailah Usamah dan Hasan karena aku sungguh mencintai mereka berdua.”

SYURGA MENANTI KELUARGA YASIR

P
enyiksaan yang dilakukan oleh orang kafir Quraisy semakin menjadi, salah satu keluarga yang disiksa adalah keluarga Yasir.
Dengan beragam model penyiksaan, orang-orang Kafir berusaha agar keluarga Yasir kembali menyembah Latta dan Uzza, suatu hari, Rasulullah lewat dan menyaksikan bagaimana keluarga ini disiksa. Beliau menangis dan sangat sedih. Beliau berkata.
”Bersabarlah, wahai keluarga Yasir, syurga menanti kalian.”
Pada suatu hari yang lain, Rasulullah melihat Ammar Bin Yasir sedang menangis. Beliau bertanya mengapa ia menangis. Ammar bercerita bahwa orang-orang Kafir menyiksanya sedemikian rupa, hingga ia terpaksa menyatakan bahwa Latta dan Uzza adalah tuhan.
Rasulullah merasa kasihan. Beliau tahu bahwa penyiksaan yang dialami kelurga Yasir sangatlah berat.. beliau berkata.
”jika mereka kembali, katakanlah seperti apa yang kau katakan agar mereka membebaskanmu.” kemudian Rasulullah berdo’a.
” Ya Allah. Ampunilah keluarga Yasir.”

PUKULAN HAMZAH UNTUK ABU JAHAL

M
usuh Allah yaitu Abu Jahal bertemu Rasulullah di bukit shaffa. Dengan ucapan-ucapan yang pedas, Abu Jahal memaki dan menghina Rasulullah, mencerca dan menjelek-jelekan agama yang beliau bawa. Menghadapi hal itu, Rasulullah tetap duduk dengan tenang dan sabar. Beliau tahu bahwa para Rasul sebelum beliau juga menghadapi permusuhan yang sama dari kaum mereka masing-masing. Bagi Rasulullah, adalah hal yang tidak bijaksana untuk membalas cercaan seorang Musyrik yang hatinya dipenuhi rasa dengki.
Abu Jahal tidak berani mendekati Rasulullah. Ia berdiri agak jauh. Setelas puas memaki dan menghina. Abu Jahal pun pergi ke masjidil haram untuk berkumpul bersama kawan-kawannya. Rasulullah juga pulang kerumahnya
Ternyata Hamzah mendengar kejadian itu. Hamzah sangat marah mendengar kejadian itu. Dia langsung pergi ke masjidil haram dengan menenteng busur dan anak panah dipunggungnya.
Biasanya, dia melakukan thawaf mengelilingi ka’bah lalu mendatangi tempat-tempat perkumpulan orang-orang Quraisy untuk beramah tamah. Tetapi, tidak kali ini. Kemarahan dihatinya telah memuncak. Ia mengedarkan pedangnya mencari Abu Jahal.
Abu Jahal ternyata berada ditengah-tengah kaumnya, Hamzah pun segera kesana, ia berdiri persis dihadapan Abu Jahal. Ia mengangkat busurnya dan memukulkannya ke kepala Abu Jahal hingga berdarah. Dikatakannya.
”Engkau berani mencerca Muhammad padahal aku telah memeluk agamanya. Balas pukulanku itu kalau kau mampu !”