Oleh: Sanghyang Mughni Pancaniti

Rasululah bersabda, “segala sesuatu yang baru adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat, dan yang sesat itu tempatnya dalam neraka” (al-hadits). Bid’ah berarti menambah atau mengurangi sesuatu yang sudah ditentukan allah dan rasul-Nya. Saya disini tidak akan membahas bid’ah seperti yang dibahas orang lain. Orang lain hanya membahas bid’ah dari segi amalan saja. Tahlilan bid’ah, qunut bid’ah, tasawwuf bid’ah, atau apa lah. Saya akan membahas bid’ah yang ada dalam diri kita.

Di dalam diri kita ada hati. Hati ini untuk menampung segala sesuatu. Namun disini apa yang harus ditampung oleh hati  sudah ditentukan oleh allah dan rasul-Nya. Apakah itu..? itu adalah rasa kasih sayang, welas asih, ridho, pasrah, ikhlas, dan tawakkal. Coba anda cek semua perintah allah dan rasul…! Semuanya bertujuan agar kita bersikap seperti diatas.

Nah sekarang..! hati yang seharusnya di isi oleh kasih-sayang, welas asih, ridho, pasrah, ikhlas dan tawakkal, tiba-tiba anda masukan rasa iri, dengki, benci, kedalam hati anda..! maka sesungguhnya anda telah melebih-lebihkan yang sudah Allah tentukan takarannya. Maka inilah bid’ah yang nyata dan sesat. Kemudian kenapa segala bid’ah akan ada dalam neraka..? kita ambil contoh:

Misalkan dalam diri anda tiba-tiba dimasuki rasa benci pada saya. jikalau Suatu hari saya memakai minyak harum yang harganya mahal, saya yakin anda tak akan mau mencium bau harum badan saya, karena rasa benci anda pada saya, maka ini akan mencelakakan hidung anda. Atau ketika saya berbicara seputar ilmu yang bermanfa’at, saya yakin anda tak akan mau mendengarkan saya, karena rasa benci anda pada saya, maka inipun akan mencelakakan telinga anda. Atau ketika saya sudah berdandan sangat rapih dan tampan, maka saya yakin anda tak mau melihat saya, karena rasa benci anda pada saya, maka ini akan mencelakakan mata anda. Hingga akhirnya seluruh tubuh anda akan terpanggang oleh panasnya api neraka.

Oleh karena itu, jangan dulu membid’ahkan orang lain, tapi lihat dulu dalam diri kita, apakah masih ada bid’ah atau tidak?. Ini adalah bid’ah yang sering dilupakan orang. Mereka hanya sibuk membid’ahkan amalan-amalan orang lain. Tanpa menghisab terlebih dahulu diri sendiri. Kalau orang sunda bilang, “ulah nuduh kanu jauh, ulah nyawang kanu anggang, nu caket geura raketan, nu deukeut geura deuheusan, moal jauh tina wujud moal anggang tiba awak, ulah waka nyaksian batur, saksian heula diri sorangan.”