Kapanlagi.com – IT`S nice to be important, but the most important is to be nice. Falsafah hidup tersebut mengingatkan kita kepada sosok Ebet Kadarusman. Presenter kondang berbadan subur itu, memang tidak seaktif dulu. Penyakit stroke yang menyerang Kang Ebet (begitu Ebet Kadarusman disapa) membuat ia harus mengurangi aktivitas di panggung broadcast. Dia saat ini hanya memandu acara Kang Ebet Show live di Radio Elshinta. Kegiatan bercuap-cuap di depan mikrofon radio memang lekat dengan Kang Ebet, karena sempat 30 tahun berkiprah di Radio ABC (Australian Broadcasting Corporation). Bagi Kang
Ebet, terserang stroke membawa hikmah. Dia mengaku menjadi lebih dekat dengan Sang Pencipta. “Ikatan keluarga juga lebih erat, belum pernah dalam sejarah saya, semua anak kumpul,” kata Kang Ebet. Kang Ebet juga merasa senang karena bobot badannya yang mencapai 115 kilogram melorot 30 kg. “Padahal dulu susah banget nurunin berat,” kisah lelaki berkacamata minus itu. Meski sempat dirawat di rumah sakit selama satu bulan, Kang Ebet mengaku tidak merasakan beban berat, karena terus didampingi istri keduanya, Heli Helmini.
Berbicara soal Heli, wanita berkerudung ini adalah cinta pertama Kang Ebet. Sebelum menikahi Heli yang berasal dari Cianjur, Jawa Barat, Ebet pernah juga berumah tangga di Negeri Kanguru. Namun, setelah perempuan asal Australia itu memberinya lima orang anak, Kang Ebet merasakan ketidaksamaan visi dan pandangan hidup. Akhirnya, mereka memutuskan untuk berpisah. Setelah sembilan tahun hidup sendiri, Kang Ebet bertemu Heli yang ternyata bekas teman kuliah sekaligus cinta pertamanya dulu. “Waktu pergi ke Australia, putus begitu saja,” kisah Kang Ebet.
Heli bercerita Ebet tidak pernah memberikan kepastian dalam hubungan cinta mereka. Maklumlah, umur mereka terpaut cukup jauh. “Kang Ebet mahasiswa, kalo ibu masih SMP (sekolah menengah pertama) kelas satu. Cinta monyetlah, biasa,” kata Heli. Tapi, sebelum pergi ke Australia, Ebet sempat mengirim sepucuk surat. Dan, Heli diam-diam menyimpan surat nan puitis itu. Kini, buah dari kisah cinta pertama, mereka hidup bahagia dengan sepuluh orang anak dan 22 cucu. (sct/erl)
Sumber: kapanlagi.com

Ebet Kadarusman, Di Usia Senja Cari Bisnis yang Aman
Monday, 10 December 2007
Ebet KadarusmanFenomena artis berbisnis ini sudah banyak dan sering kita jumpai, mengingat masa ‘subur’ artis di Indonesia bertahan kurang lebih sampai dua tahun, apalagi untuk artis-artis yang sudah termakan usia. Yang pasti mereka harus bertahan di tengah persaingan dengan pendatang-pendatang baru yang lebih muda dan memiliki tingkat kreatifitas lebih beragam. Fisamawati
Solusi para artis ini untuk bertahan adalah berbisnis. Dengan menggunakan nama mereka yang sudah populer, promosi bisnis mereka pun bisa lebih mudah dikenal masyarakat, tinggal kepiawaian para artis itu saja dalam mengelola bisnisnya.
Salah satu keseriusan artis berbisnis bisa dilihat dari sosok Ebet Kadarusman, mantan penyiar radio dan pemandu acara Salam Canda. Kini, meski belum sembuh total akibat sakit stroke yang menimpa pada tahun 2001 lalu, tidak menyurutkan aktifitas Kang Ebet-begitu ia disapa. Selain masih aktif di berbagai organisasi seperti menjadi anggota dewan Artis Peduli Bangsa dan Lions Club, ia pun terjun ke dunia bisnis yakni dengan menginvestasikan uang yang dimilikinya.
“Artis itu ibarat habis manis sepah dibuang, sedang jayanya diagung-agungkan tetapi lambat laun akan lengser sendirinya. Oleh karena itu, saya berinisiatif menanam saham di PT. Artha Cipta Universal. Untuk produk yang ditawarkan adalah kaca film safety dengan label NTech,” katanya yang didampingi Director NTech Imam Krisnanto dan Division Head NTech Nita Kurnia.
Alasan Kang Ebet memilih investasi pada produk tersebut didasari kecenderungan banyaknya tindak kejahatan dalam kendaraan, selain melindungi dari terik sinar matahari, kaca film juga harus aman dari benturan keras maupun pukulan, seperti kapak merah yang sedang marak akhir-akhir ini. “Terutama untuk para pengendara yang ingin atau selesai beraktifitas pada malam hari, seperti kalangan artis,” imbuhnya.
Disadari benar, memiliki nama besar sebagai artis ‘senior’ memudahkan ia untuk menjalankan roda perputaran bisnis. Meski hanya menanamkan modal sebesar 10 persen, tetapi peranan Kang Ebet terbilang penting. “Sedikit banyak saya memiliki peran mendidik masyarakat bahwa untuk mendapatkan barang bagus tidaklah harus mahal. Untuk harga kaca film NTech berkisar antara Rp 2 juta sampai Rp 4 juta untuk satu unit mobil berjenis safety dengan ketebalan 125 micron,” papar Ebet yang menjabat sebagai Commissioner tersebut.

Ditemui di ruang kerjanya yang beralamat di Gedung Nindya Karya Jakarta, kakek dari 25 cucu ini pun mengungkapkan, bisnis yang dijalani bukanlah unsur ‘latah’ semata. Hal ini pun terbukti dengan keterlibatannya merambah bisnis lain, selain menjadi anggota, ia pun ikut berbisnis yang sifatnya Multi Level Marketing (MLM). “Saya hanya ingin memberikan pemahaman kepada para artis muda-khususnya, agar memanfaatkan penghasilannya sedini mungkin agar kelak bisa menikmati penghasilan dari investasi tersebut,” tegas yang kerap mengeluarkan kalimat ‘Its nice to be important, but more important to be nice’ saat memandu acara.

Sumber: majalahpengusaha