Pengumuman kelulusan SD telah dikumandangakn, aku menjadi salah seorang siswa yang lulus, dengan nilai yang cukup memuaskan. Aku siap memasuki jenjang SMP, ibuku telah mendaftarkanku di SMPN 20 Bandung. Tapi aku tak ingin masuk sekolah umum, aku inginnya masantren. Karena ini cita-citaku saat aku pernah pesantren kilat di Ponpes al-Falah.

Ayah ibuku pun tak bisa menolak kemauanku ini. Akhirnya aku di daftarkan menjadi santri Pondok Pesantren al-Qur’an al-Falah Bandung. Aku diantarkan ke Ponpes menggunakan mobil angkot, dengan membawa lemari, kasur, alat makan, alat mandi, serta beberapa buah buku. Hamper semua keluargaku mengantarkanku ke ponpes, mulai dari ayah, ibu, 3 orang bibi, 2 orang paman, adik-adiku dan kakakku. Saat aku memasuki kobong (asrama), keluargaku langsung berbincang dengan pembimbing kobongku, ayah ibuku menitipkanku pada pembimbing kobong sambil berucap “mun bangor mah sintreuk weh..!”.

Setelah selesai berbincang-bincang, keluargaku siap pulang lagi ke rumah, meninggalkanku sendiri, aku mencium tangan ibu dan ayahku, beserta seluruh keuargaku dengan deraian air mata. Mereka menciumiku, tanda kasih sayang yang begitu besar, berharap agar aku menjadi anak yang shaleh, untuk mengangkat dan menjaga kehormatan seluruh keluargaku.