• Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK) memiliki grup nasyid yang turun temurun, nama grup nasyid ini berbeda-beda antara satu angkatan dengan angkatan yang lain. angkatan sebelumnya nama grup nasyid ini adalah “Syubanul Aliyah”, tapi setelah mereka lulus, nasyid ini diberikan kepadaku dan teman-teman angkatanku. Aku kemudian berfikir untuk merubah namanya menjadi “Syubbanuddukhon” (Pemuda Asap).
    Adapun personil grup nasyid ini adalah aku, Yanyan Fauzi, Ryan Rizki, Ryan Ulun, Robi, Adi Sunarto, Cecep, Rahmat, Sholahuddin, dan Joehan. Kami semua adalah perokok berat, kecuali Robi. Makanya aku bernisiatif memberi nama grup ini “Syubbanuddukhon”, tapi bukan hanya karena ini aku memberi nama itu, tapi aku ingin grup ini seperti asap yang selalu naik ke atas, walau pun setelah diatas menghilang.
    Kami selalu mendapat undangan untuk mengisi acara-acara. Seperti pernikahan, khitanan, PHBI, dan acara-acara yang diselenggarakan oleh sekolah. Tidak jarang kami selalu mendapatkan uang dari undangan-undangan ini. Kami merasa senang dengan grup nasyid ini, kami rela berlatih sampai larut malam, agar ketika tampil kami memberikan yang terbaik.
    Aku dan kawan-kawanku selain sibuk di Grup Nasyid Syubbanuldukhon, aku juga sering bermain band dengan kawan-kawanku. Band ini aku beri nama “Sleeper Band”, karena kami suka tidur. Band ini hanya untuk hobi saja, tapi sesekali kami tampil di acara-acar pentas seni di sekolah. Jika nasyid itu untuk cari uang, kalau band untuk mencari kesenangan saja. Di MAK kami tidak pernah dikekang oleh ustadz, hobi apa pun yang bisa meningkatkan kreatifitas kami, maka para ustadz akan mendukung.