21.    Belajar bisa membuatku pintar, pintar bisa membuatku kaya, kaya bisa membuatku sombong, dan sombong membuatku masuk neraka walaupun hanya ada setitik dalam hati.
22.    Aku pintar puas, aku bodoh ingin tahu
23.    Ibu aku aneh, tak pernah kau sesal padahal aku selalu membuatmu kesal. Hitam kelamku selalu kau tutup dengan pemaafanmu. Kau tau aku tak bisa balas, tapi kau tak pernah memelas. Semoga Yang Maha Ridho meridhoi ridhomu.
24.    Jangan kau mengasihiku karnaku mencintaimu
25.    Merokok itu boleh asal sehat.
26.    Setiap terjadi penggusuran, pasti aka nada keributan antara warga dan aparat. Apa hal ini akan terus dipertahankan?
27.    Pengaman kok jadi preman?
28.    Manusia, apa pun posisinya, apa pun pekerjaannya, apa pun pangkatnya, kalau berbuat salah menyesal juga.
29.    Dosa yang selalu kuperbuat, tak pernah bermaksud meledek-Mu.
30.    Bisa saja yang selama ini kita anggap Ulama, cendikiawan teladan, itu masuk neraka. Dan yang kita anggap bajingan masuk Syurga.