41.    Musyrik bukan hanya dilihat dari kepemilikan jimat, khodam, keris, dan barang-barang keramat lainnya. Bisa juga atas kepemilikan handphone, laptop, motor, mobil, dan rumah.
42.    Berterima kasihlah pada gelap, karena dia ada terang. Berterima kasihlah pada kejahatan, karena dia ada kebaikan. Berterima kasihlah pada pencuri, karena dia mengajarkan kita kehati-hatian. Berterima kasihlah pada bapak dan ibu pejabat, karena dia kita tahu begitu bokbroknya kursi jabatan.
43.    Rasa cinta seperti rasa asin, manis, pahit, pedas, yang tidak bisa didefinisikan
44.    Lihatlah rumput, gunung, binatang, asbak, solokan, air, pohon, binatang, dan apa-apa yang ada disekelilingmu. Sesungguhnya mereka membawa pesan Tuhan berupa ilmu.
45.    Sukses tidak dilihat dari rumah yang mewah, bekerja di perusahaan besar, sekolah di luar negri, bisa keliling dunia, dan gajih yang cukup buat tujuh turunan. Sukses yang hakiki adalah ketika Allah ridho kepada kita, diri kita ridho terhadap kita, dan ketika orang lain ridho terhadap kita. Ini bisa didapat oleh tukang bakso, tukang becak, pedagang asongan, tukang semir sepatu, yang selama ini dianggap manusia gagal oleh masyarakat.
46.    Jangan lantas anda berteriak “Allahu akbar” namun berprilaku seperti kaum Barbar
47.    Untuk meminta sesuatu kepada Allah, saya dan anda memang tidak bisa diandalkan untuk dikabulkan. Sehingga memang harus mencari wasilah orang-orang yang bisa diandalkan dihadapan Allah, misalkan: Rasulullah, Para sahabat, Ulama, dan orang-orang sholeh.
48.    Allahu akbar dulu dan Allahu akbar sekarang berbeda
49.    Celakalah orang yang tidak tahu akan dirinya, asal darimana?, sedang berada dimana?, dan akan kembali kemana?