61.    Kita laksana fir’aun congkak, Yang tak mau menjadi hamba
62.    Dada dipenuhi kebinatangan, Bengis, sombong, rakus,. Sadarlah wahai manusia..!Kau bukan apa-apa Apa pun saja bukan apa-apa Kecuali tuhan
63.    Aku bukanlah engkau, engkaupun bukanlah aku. Aku tak ingin menjadi engkau, engkaupun janganlah menjadi aku. Kita sama, kita beda, Tak tau siapa yang mulia, Aku peringatkan bahwa: Aku adalah aku
64.    Wahai zaman. Aku ingin Tanya padamu, Aku ataukah dirimu yang berubah..?
65.    Dalam otak kalian yang pintar, berkumpul banyak sekali kedangkalan, Yang tak kalian tahu
66.    Mungkin saja kamu lebih buruk dimata Tuhan daripada pelacur
67.    duduk dikursi jabatan, Dengan mudah aku bisa menggoyangkan Menginjak Menyeret Menindas bahkan membunuh
68.    Ada uang ade disayang, gak ada uang ade dibuang
69.    Suatu hari seorang kyai pergi untuk mengajar didepan santrinya Saat kumpul dimasjid, kyai bertanya: “ makhluk apa yang paling rakus..?” Santri menjawab “ Ya hewan pa kyai..” “kata siapa.?” tanya kyai. “Ya kata pengetahuan umum, binatang kan rakus” jawab santri. Kyai menjawab: “makhluk yang paling rakus ya manusia. Kalau hewan jika sudah kenyang ya sudah, tapi kalau manusia, jika sudah kenyang ya terus saja makan, walaupun mengambil punya orang lain, dengan sambil merusak”
70.    Di pesantren Yang nyolong banyakYang kayak algojo gak terhitung: Hanya memukul, menyuruh, menghukum Aku belum pernah dengar nabi mendidik dengan memukul Tapi malah jadi adat.Aku masuk pesantren ingin baik Bukan harus baik