AKU TAKUT JADI ORANG PINTAR !!!!!

Belajar bisa buatku pintar
Pintar bisa buatku kaya raya
Kaya bisa buatku sombong
Sombong bisa buat aku masuk neraka
Ihh…! aku takut jadi orang pintar.
Mending aku bodoh daripada pintar
Aku pintar puas…
Aku bodoh ingin tahu.

BELUM TAU JUDULNYA

Andai waktu mempertemukan lebih dulu
Tentu tak ada yang kecewa
Andai kau seperti dulu
Mungkin kita bisa bersama
Kau bukan milikku
Tapi kau milikku
Kau bukan kasihku
Tapi kau kasihku
Jangan kau mengasihiku
Karnaku mencintaimu
Biarkanlah aku
Yang selalu merindu

MENULIS

Menulis? Kata mereka penting
Padahal tak terlalu
Aku paham, menulis.
Tak paham, tak menulis
Walau orang berkata :
Aku ingat. Aku lupa
Aku lihat. Aku mengerti
Aku tulis, aku paham.
Persetan dengan semua itu..!

KAMU..!

Aku panggil kamu
Tersipu malu
Laksana orang dungu
Yang kaku………..
Kacamatamu…………?
Jilbabmu…………..?
Jalanmu……..?
Ohh………! indahmu
Siapa kamu……..?
Siapa kamu………?
Hilang rasa pilu
Karnaku melihatmu

ORANG BERDUA

Kau berdua
Aku sendiri
Kalian bagai roda yang berputar…
Kalian ketuk kamar
Dengan hiasan syetan
Kalian buka jendela
Dengan nafas fana
Kudengar…?
Desahan durjana
Mengiringi gerik kalian
Kalian tertawa
Hanya tertawa
Takfikir akibatnya

SENYUM BAGI MEREKA

Dinginnya sang malam
Membawaku bergurau dengan alam
Jeritan jangkrik
Longlongan anjing
Nyanyian cecak
Se;lalu ada
Kutak heran dengan semua itu
Aku biasa…aku biasa…
Sang selimut
Sang bantal
Sang kasur
Selalu memeluku
Senyumku bagi mereka

MEROKOK ITU BOLEH ASAL SEHAT

Merokok itu boleh asal sehat
Sehat itu boleh asal merokok
Merokok itu tidak boleh, asal tidak sehat
Sehat itu tidak asal, merokok itu boleh tidak
Sehat. Merokok itu boleh asal
Merokok. Sehat itu asal boleh
Merokok itu sehat
Sehat itu merokok
Asal boleh merokok, boleh itu asal
Asal boleh sehat, asal itu boleh
Asal boleh itu merokok, boleh asal
Itu boleh asal, sehat asal boleh
Boleh itu asal
Asal itu boleh
Boleh boleh
Asal asal
Itu itu
Itu

SAHABAT BAIK

Pagi….begitu indah nan cerah
Disiuli lagu sang merpati nan elok
Kulihat awan mentari
Tersenyum padaku, bagai sahabat
Secangkir kopi
Sebatang rokok
Selalu mengiringiku
Tanpa lelah
Mereka menari didepanku
Sebagian cintaku
Untuk mereka

SELIMUT ADEKU

kau ambil aku…
aku senang
kau bawa aku….
aku senang
kukira kau bawa aku kemana.
Ternyata…? ketempat durjana
Pantas saja…? pantas saja…..?
Memakaiku kau tertawa
Kau memang bajingan…!!!

UMMI

Ummi…
Aku aneh…?
Tak pernah kau sesal
Padahal aku slalu buatmu sesal
Ummi
Aku aneh…?
Hitam kelamku slalu kau tutupi
Dengan kasihmu
Ummi
Aku aneh…?
Kau tau aku tak bisa balas
Tapi kau tak pernah berbelas
Semoga Maha penentu. Meridhoi ridhomu

WAROKU WARUNGKU

Waroku warungku
Kaulah persinggahanku
Siang malam
Kaulah tempatku
Waroku warungku
Sesal, kesal tak ada pada benakmu
Padahal kami berkata slalu…?
Beh…serat
Bi…serat
Waroku warungku
Ditempatmu ku aman
Dengan berbagai jajanan
Padahal kami berkata slalu…?
Beh….serat
Bi…serat
Waroku warungku
Takanku lupakanmu

KASIH TAK SAMPAI

Ku mencintamu
Kau tak mencintaku
Ku mengkasihmu
Kau tak mengkasihku
Ah…aku takkan menyerah
Walau susah…
Dengan umur yang ada
Ku tak putus asa
Apa ini kasih tak sampai..?
Apa aku bodoh…?
Slalu mencintamu
Padahal kau tak mencintaku
Apa ini kasih tak sampai…?

JAM 10.44 WIB

Dipinggirmu aku duduk
Dengar gitar dipetik
Buku yang menganga
Dengan tulisan setan
Aada di depan
Tertawa, tidur, kesal, itu kami
Dua turunan Hawa berbincang
Lukisan dinding
Tersenyum padaku
Tak tau apa yang ia kata

CHE GUEVARA

Che………..
Apa kau kenal aku….?
Aku kenal kau
Che………
Rakyat,buruh kau tolong,
apa kau dibayar…?
Aku bangga padamu…
Dengan darah
Kau gentarkan bumi kuba
Kematianmu tertutup misteri
Peluru tertancap
Kau terbujur kaku
Dengan mata yang mengelak

SUARAKU NYARIS HABIS

Aku salah
Kenapa kulakukan disana…..?
Itu biasa
Tapi aku malu
Oleh kanan kiriku
Aku tersudut,bisu,malu…
Dan makin merasa
Sendirian…
Jerit yang ku ingin
Tapi….? suaraku nyaris habis.

TANGIS SANG ANAK

Tongkronganku bersama kawan
Di ruas taman
Terlihat anak terkapar
Karena jatuh tak terhindar
Aku hampiri
Aku bawa
Ku obati luka
Dengan tangis terisak
Heu…..heu……heu………..!!
Diapun brhenti menagis
Tapi dia tersentuh si jago merah
Dia menangis lagi
Heu…..heu…..heu………….!!

SEPUTAR TEMPATKU

Ku lihat
Gitar yang berdiri
HP yang berbicara
Orang yang berbincang,
3 buah gelas yang mengiringi
Yang telah terisi kopi
Tatapan che guevara
Belaian albert einstein
Membuatku tak gugup
Tuk bicara…
Aku termangu…
Wahai,didinding itu
Tertulis maklumat:
DILARANG MASUK KECUALI
TUHAN…! ! !

AKUNTANSI MEMBUATKU DIMARAHI

Akuntansi  dimulai
Manatahan kudengar
Saat lonceng menggelegar
Ibu guru berkata :
”siapa yang sudah…?”
Tugas yang di nanti dari kami.
Aku tenang-tenang saja
Karena aku sudah.
Dia menghampiri,,,
”wah…hebat”ibu berkata…
Dia menyindir.
Suaranya berceloteh ditelingaku
Aku kesal,tapi tahan
Dia pergi aku tenang.

LIDAHNYA BUATKU SAKIT

Ku kira ia baik
Tak ku sangka lidahnya menusuk
Salah……………!
Salah……………!
Salah……………!
Selama ini aku salah memilihnya
Dia tak baik bagi ku
Dia bukan milikku
Salah……………!
Slama aku menyanjungnya
Dia menusukkan panah
Pada ulu hati
Sesal,kesal yang ada
Bergumam dalam dada
Salah…………..!
Slama ini kusalah memilihnya

2 JAM =Rp 6000

Sakit pilu kurasa
Aduh………! sakit.
Damba kurasa,sakit kulupa
Jalan bersama para perwira
Ambil uang dengan bagai cara
Menuju sebuah singgasana
Kulihat banyak layar didepanku
Aku duduk
Aku pijit
Terbuka yang luar biasa
Aku lupa akan dosa
Tak takut pada Maha Pencipta.
2 jam tak terasa,Rp 6000 kubayar
Dengan itu si ade bangun.

KHALIFAHKU

Kau lahir gagah nan perkasa
Perang temanmu
Menerjang hidupmu
Nur merasuki hidupmu
Airmata jatuh dimatamu
Menandakan datang keimananmu
Kau mengganti as-shiddiq
Menjadi khalifah yang tegar
Kau gentarkan bumi romawi
Kau luaskan perjuanganmu
Zuhud merasuki jiwamu
Dunia tidak ada bagimu
Bawah pohonlah tempat tidurmu
Baju rusaklah pakaianmu
Roti gandumlah makananmu
Wahai……….! Al-FARUQ

PERCAKAPAN SANG ANGIN DAN SANG HUJAN.

”Siapa yang berlari di bumi?
Tanya angin pada awan.
“dia anak yang terpanggang
Hatinya oleh cinta.”
Jawab sang awan.
“kenapa dia harus lari…?
Tanya sang angin..”
”andai tidak lari,apa yang harus
Ia lakukan…?”kata awan.
”perbaikilah cinta oleh nuraninya”
Jawab sang angin.

PERHENTIAN

Berhenti ditempat
Meraih cita dan ilmu
Pemuda diam di perhentian
Menyongsong lengan
Tertatih tatih
Menuntut
Mencari
Yang diharap tiba
Berkilau didepan mata
Kadang sama
Kadang beda
Mendapat ini hasil
Ribuan meter berjalan
Harta terkuras
Tuk diam diperhentian

PENJAHAT JALANAN

Ini kisah penjahat jalanan
Pemalak berseragam
Memeras tak pandang bulu
Dari jelata sampai kaya
Lampu merah
Jalan raya
Perempatan
Jadi ajang oprasinya
Apa kurang….? upah yang didapat
Doa manusia bagi mereka
Namun doa kehancuran
Pistol dan seragam
Yang mereka pegang
Pengaman kok… jadi preman..!!!

CAHAYA DIATAS CAHAYA

Tanpamu
Kami tak ada
Bumi langitpun tak ada
Kau adalah cahaya diatas cahaya
Budimu membuat kami tertarik
Akan kebenaranmu
Lahirmu menggentarkan jagat
Namamu mendendangkan kesucian
Wahai Rasulullah…
Kau tak pernah makan
Kecuali dengan fakir
Kau tak pernah tidur
Kecuali diatas tikar
Kau yang selalu takut
Akan neraka syair…

KAPAN NEGRI INI HIDUP?

Negeri tertinggal inilah kami
Pemimpin otoriter menghiasi kami
Pemimpin edan berada didepan
Semua seperti setan
Rakyat sengsara tujuan mereka
Bagus indonesia tak ada
Agar tak ada hujat disana sini
Kebodohan meliputi negri
Kemiskinan bersarang
Kapan negri ini hidup…?
Seperti hidup padahal mati
Negri tertinggal inilah kami

SUSAH LIHAT YANG SENANG, SENAG LIHAT YANG SUSAH

Dosa dibuang
Pahala diraih
Susah………..!!!!!
Aku merasa
Dosa diraih
Pahala dibuang
Senang……!!!!!!
Aku merasa
Andai manusia fikir
Tapi sayang……!
Menari dilembah dosa
Indah dicari
Bersarang di ruang nista
Terasa amat…

MENGEJAR

Mengapa kau kejar…?
Dia tak akan mengejarmu
Kadang kau lupakan
Kadang kau ingat
Lupakanlah..lupakanlah
Jangan kau mengejarnya
Dia bakhil akan hatinya
Tak ingin dikejar
Tak peduli kobaranmu
Jangan kau mengejarnya
Lupakanlah…lupakanlah
Kadang kau lupakan
Kadang kau ingat