PENINDASAN DI NEGERI INI

Teriakanku mengawang, kala mendengar orang yang lapar
Mataku menerabas melihat orang-orang yang tertindas
Oleh penguasa
Kebodohan
Kemiskinan
Bahkan oleh diri mereka sendiri
Kapan ini berakhir?
Kapan ini berakhir?
Kapan ini berakhir?
Di negri ini.

NEGERI YANG ANEH

Negeri yang aneh
Di dalamnya aku hidup
Negeri yang begitu banyak Ulama
Namun  para bajingan masih bergentayangan
Negeri yang begitu banyak Dokter
Namun berderet penyakit baru datang
Negeri yang begitu banyak pakar intelektual
Namun kebodohan menjamah dimana-mana
Dimana sebetulnya peran mereka?

TANTANGAN

Temukanlah dirimu wahai manusia..
Pilihlah tempatmu berpijak
Tentukanlah kedudukanmu
Di tengah ilmu yang semakin menumbuhkan ruh
Di tengah pengebirian agama
Pendangkalan kebudayaan
Penindasan yang disamarkan
Penjajahan dengan senyuman
Di Negri yang aneh ini

JANGAN MENYERAH

Berbagai ujian menyelip dalam diri
Banyak cobaan menyelinap dalam dada
Seribu hukuman menunggangi ubun-ubun
Karena itukah kalian membunuh diri?
Merusak diri?
Janganlah kalian menyerah
Janganlah kalian berputus asa
Ingatlah..!
Bersama kesulitan ada kemudahan
Karena Tuhan pun menyebutkan hal itu
Sebanyak dua kali dalam kitab-Nya

PENYUTRADARAAN

Kalian jagan merasa mampu menyutradarai diri secara total
Tapi kalian pun jangan menyangka bahwa kalian hidup hanya untuk menjalani penyutradaraan

BIARLAH IA MENIPU

Biarlah pengemis itu menipu
Biarlah pengemis itu puas
Seakan-akan kita percaya pada rintihannya
Tuhan sendiri tahu persis
Bahwa hamba-hamba-Nya banyak yang menipu
Berjanji untuk patuh dan sujud pada-Nya
Tapi apakah dengan itu
Tuhan menyembunyikan matahari dari maling?
Membuat sesak nafas para durjana?

ORANG BERUNTUNG

Orang bodoh kalah oleh orang pintar
Orang pintar kalah oleh orang cerdas
Namun yang cerdas akan kalah oleh orang yang beruntung
Untuk menjadi cerdas begitu banyak gurunya
Tapi menjadi orang beruntung?
Siapa gurunya?

BACALAH RASAKU

Aku mendambakan
Ada yang mau membaca rasaku
Karena aku pun belajar membaca rasa orang lain
Walau begitu melelahkan

BAYI

Sebagian penguasa
Di negri ini
Laksana seorang bayi yang tak mau dibantah
Apa seorang ibu membantah bayinya yang menangis
Atau membantah bayinya kenapa ia ngompol di depan tamu?
Misalnya.!

KUM FAANGDZIR..!

Wahai para pemuda..!
Kalian adalah mudatsirun orang-orang yang berselimut
Oleh pendidikan ketidakcerdasan
Ketergantungan
Dan juga keberkuasaan
Maka Qum…!
Berdirilah..
Mandirilah..!
Mandiri dari politik
Mandiri pemikiran
Mandiri budaya
Setellah itu penuhilah amanah Fa’angdzir.!
Berilah peringatan.!
Lakukan control social.!
Dan beroposisilah terhadap penindasan dan ketidakadilan.!

CINTAILAH MANUSIA

Cintailah mereka
Yang baik atau yang jahat
Pada yang jahat cintailah dengan menasehati
Pada yang baik cintailah dengan memujinya
Cintailah mereka
Yang menindas
Atau yang tertindas
Pada penindas cintailah dengan mendongkelnya
Pada yang tertindas cintailah dengan sumbangan pemikiran, dan sumbangan perubahan