Kepercayaan bahwa Isa Al Masih akan kembali ke dunia, untuk menjadi hakim atas kesalahan umatnya adalah kepercayaan Nasrani yang tertuang dalam Bibel, yaitu Wahyu 19:11-12 dan 20:4-10. Mengacu kembali akan ketidak benaran konsep kenaikan Isa Al Masih ke dunia yang juga tertolak.

Marilah kita simak penjelasan Al-Qur’an surat Al-Maidah / 5:117:

“Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan mengatakan, yaitu: Sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Dan aku menjadi saksi terhadap mereka selama aku berada di tengah-tengah rnereka, tetapi setelah Engkau mewafatkan aku. Engkaulah yang mengawasi mereka dan Engkau pulalah yang menyaksikan segalanya.”

Jadi, isi pernyataan Nabi Isa a.s adalah pertama, beliau sanggup bersaksi hanya sepanjang yang beliau ketahui (selama beliau hidup diantara mereka/bani Israel); kedua, beliau diwafatkan Allah; ketiga, Allahlah, penguasa hari akhir zaman, satu-satunya hakim. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam At-Tin / 95:8:

“Bukankah Allah hakim yang seadil­-adilnya?”

Pendapat sebagian kalangan umat Islam bahwa Isa Al Masih yang dilangit akan turun ke dunia untuk menjadi hakim di akhir zaman justru dimanfaatkan kalangan Kristen sebagai bahan argumentasi bagi penyimpulan mereka bahwa siapa yang layak jadi hakim kalau bukan Tuhan? Kalau umat Islam mengakui Isa Al Masih sebagai hakim di akhir zaman berarti umat Islam meyakini Isa Al Masih sebagai Tuhan di akhir zaman.

Dengan penjelasan seperti yang telah saya sampaikan pada buku ini, kiranya umat Islam tidak perlu lagi ragu-ragu, apalagi meyakini doktrin kebangkitan dan kenaikan Isa Al Masih. Sebab sudah jelas bahwa doktrin tersebut bertentangan dengan Islam dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Mempertanyakan kebangkitan dan Kenaikan Isa Al-Masih

Kata Pengantar:
Muhammad Imaduddin Abdulrahim

Penulis
Hj. Irena Handono

Design Cover

Yunus Wibisono

Setting

Lutfi Fuadi

Penerbit

BIMA RODHETA

© HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG

Cetakan:

I : September 1997;

II : Maret 1999;

III : Mei 2001;

IV : September 2001;
V : Februari 2002;

VI : Mei 2002; VII : Februari 2004