Dalam keadaan pingsan serdadu menganggap dalam keadaan mati Isa Al Masih diturunkan dari kayu salib. Berikut adalah penjelasan Bibel, berkaitan dengan peristiwa-peristiwa setelah Isa Al Masih dianggap mati di kayu salib.

“sesudah itu Yusuf dari Arimatea   ia murid Yesus tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi meminta kepada Pilatus supaya ia diperholehkan menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan menurunkan mayat itu ( Yoh 19:38 ).

Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. la membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu. Kira-kira lima puluh kali beratnya ( Yoh 19:39 ).

Mereka rnengambil mayat Yesus, menggapainya dengatt kain lerran dan membubuhinya dengan rempah-rampah menurut adat vrartg Yahudi bila menguburkan mayat (Y oh 19:40 ).

Yusuf pun membeli kain lenan, kemudian ia menurunkan mayat Yesus dari salib dan menggapainya dengan kain lenan itu. Lalu ia membaringkan dia di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu. Kemudian digulingkannya sebuah batu kepintu kubur itu ( Markus 19:46 ).

Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus ( Markus 16:1 ).

Ayat-ayat tersebut, memang jika dibaca tanpa daya kritis, seolah menguatkan fenomena bahwa Isa Al Masih meninggal karena disalib. Tetapi marilah dengan kekuatan nalar, kita telaah makna-makna di balik ayat-ayat tersebut.

Secara kronologis, peristiwa penurunan Isa Al Masih dari kayu salib, seperti dijelaskan ayat-ayat diatas, adalah sebagai berikut:

  1. Hari Jum’at, sebelum masuk waktu Sabat (sebelum maghrib) Yusuf dari Arimatea membawa Yesus ke kuburnya.
  2. Malam harinya, Nikodemus datang ke kubur dengan membawa campuran minyak mur dan gaharu. Lalu mengkafani Yesus dengan kain lenan.
  3. Ahad pagi hari, Maria Magdalena dan kawan-kawan membawa rempah-rempah ke kubur untuk meminyaki Yesus.

Dari kronologi tersebut, muncul pertanyaan “mayat” Isa Al Masih sudah diberi rempah-rempah untuk diminyaki oleh Yusuf Arimatea dan Nikodemus serta dikafani, mengapa pada pagi hari dua hari berikurnya (hari Ahad) datang para wanita ke kubur dengan membawa rempah-rempah dan minyak untuk meminyaki Isa Al Masih?

Jawabannya tidak sulit, datangnya para wanita tersebut pada dua hari sesudah “penguburan” justru menunjukkan bahwa Isa Al Masih belum meninggal. Kedatangan mereka dengan membawa tambahan rempah­rempah tersebut, tentu saja, dimaksudkan untuk mengobati Isa Al Masih. Mengingat rempah-rempah dan minyak mur antara lain berfungsi sebagai obat untuk luka.

Mempertanyakan kebangkitan dan Kenaikan Isa Al-Masih

Kata Pengantar:
Muhammad Imaduddin Abdulrahim

Penulis
Hj. Irena Handono

Design Cover

Yunus Wibisono

Setting

Lutfi Fuadi

Penerbit

BIMA RODHETA

© HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG

Cetakan:

I : September 1997;

II : Maret 1999;

III : Mei 2001;

IV : September 2001;
V : Februari 2002;

VI : Mei 2002; VII : Februari 2004