Rasulullah memakai pakaian apa saja, terkadang memakai sarung, selendang, baju, jubah, atau yang lainnya. Beliau lebih sering memekai pakaian warna putih. Beliau bersabda. “pakaian-pakaian yang berwarna putih kepada orang yang masih hidup, dan kafankanlah orang yang meninggal dunia dengan bahan yang berwarna putih.”

Beliau memiliki kain yang disepuh dengan minyak za’faran dan terkadang hanya memakai itu saja ketika menjadi imam, atau terkadang memakai baju. Terkadang beliau hanya memakai satu kain yang ujungnya diikat dilehernya, dan pakaian ini berapa beliau pakai dalam mengimami shalat jenazah.

Ketika beliau shalat sendiri dirumahnya, terkadang hanya memakai satu sarung saja, yang dipakai seperti orang memakai sarung pada zaaman sekarang. Terkadang shalat bersama istrinya dengan satu pakaian.

Beliau memakai peci yang berada dibawah imamah (sorbannya) atau terkadang tanpa memakai sorban, apabila tidak ada sorban yang digunakan untuk imamah, maka ia memakai kain yang diikat dikepalanya.

Beliau memiliki tempat tidur yang terbuat dari kain yang kasar, dan beliau sendiri selalu tidur diatas tikar yang tidak dialaskan apa-apa lagi, sehingga tampak bekas tikar pada lambungnya.