Dirimu melewatiku yang terduduk
Segeralah wajahku tertunduk
Dirimu memancarkan Cahaya ufuk
Walau badan membungkuk

Tatapanmu meruntuhkan hati
Dalam ketidaktahuanku siapa dirimu
Tanyaku padamu yang tak tahu malu
Membuatmu tertawa tersipu

Rasa cinta dalam dadat mulai tersepuh
dengan hati keras yang telah melepuh
Yang selama ini selalu berdiri angkuh
Membuat diriku melayang jauh

Bibir ini terus mendendangkan namamu
Mata ini terus membayang senyummu
Telinga ini terus mendesirkan tawamu
Hati ini pun runtuh merasakan tatapanmu