Musuh Allah yaitu Abu Jahal bertemu Rasulullah di bukit shaffa. Dengan ucapan-ucapan yang pedas, Abu Jahal memaki dan menghina Rasulullah, mencerca dan menjelek-jelekan agama yang beliau bawa. Menghadapi hal itu, Rasulullah tetap duduk dengan tenang dan sabar. Beliau tahu bahwa para Rasul sebelum beliau juga menghadapi permusuhan yang sama dari kaum mereka masing-masing. Bagi Rasulullah, adalah hal yang tidak bijaksana untuk membalas cercaan seorang Musyrik yang hatinya dipenuhi rasa dengki.
Abu Jahal tidak berani mendekati Rasulullah. Ia berdiri agak jauh. Setelas puas  memaki dan menghina. Abu Jahal pun pergi ke masjidil haram untuk berkumpul bersama kawan-kawannya. Rasulullah juga pulang kerumahnya
Ternyata Hamzah mendengar kejadian itu. Hamzah sangat marah mendengar kejadian itu. Dia langsung pergi ke masjidil haram dengan menenteng busur dan anak panah dipunggungnya. Biasanya, dia melakukan thawaf mengelilingi ka’bah lalu mendatangi tempat-tempat perkumpulan orang-orang Quraisy untuk beramah tamah. Tetapi, tidak kali ini. Kemarahan dihatinya telah memuncak. Ia mengedarkan pedangnya mencari Abu Jahal.
Abu Jahal ternyata berada ditengah-tengah kaumnya, Hamzah pun segera kesana, ia berdiri persis dihadapan Abu Jahal. Ia mengangkat busurnya dan memukulkannya ke kepala Abu Jahal hingga berdarah. Dikatakannya, ”Engkau berani mencerca Muhammad padahal aku telah memeluk agamanya. Balas pukulanku itu kalau kau mampu !”