Fathimah pernah menghadap kepada Rasulullah saw. Ketika dia memandang Rasulullah, kedua bola matanya mencucurkan air mata, Rasulullah pun bertanya: ”Mengapa engkau ini hai putriku..?” Fathimah menjawab,: ”Ya Rasulullah, telah terjadi senda gurau antaru aku dengan Ali, ada sebuah kata yang meluncur dari mulutku yang menimbulkan dia marah. Setelah aku mengetahui bahwa Ali marah menyesalah aku dan bersedih hati. Aku berkata padanya,:’Duhai kekasihku, ridhalah engkau kepadaku.’ aku mengelilinginya sampai tujuh puluh dua kali agar dia ridha kepadaku, dan dia jadi tertawa didepanku dengan kelegaan hati. Tetapi aku tetap takut terhadap tuhanku.”
Bersabdalah Rasulullah:”Hai putriku, demi Tuhan yang mengutusku dengan haq sebagai nabi, jika engkau mati sebelum engkau membuat ridha Ali, tentu aku tidak akan mengerjakan shalat atas jenazahmu. Hai putriku, tidakkah engkau tahu bahwa ridha suami adalah ridha Allah, dan kemarahan suami adalah kemarahan Allah. Hai putriku, wanita manapun yang beribadah seperti ibadahnya Maryam putri Imran, kemudian suaminya tidak ridha kepadanya maka Allah tidak akan menerimanya. Hai putriku, yang paling utama diantara amal kaum perempuan adalah taat kepada suaminya selagi dia tidak memerintahkan kepada kemaksiatan.”