Abu Bakar pergi ke daerah Bushra untuk berdagang dengan ditemani Suwaibith dan Nu’aiman. Suwaibith  lah yang membawa perbekalan Abu Bakar. Nu’aiman berkata kepada Suwaibith: ”Berikanlah perbekalan itu kepadaku..!’ ”Tunggulah sampai Abu Bakar datang,”. Dan Nu’aiman adalah orang yang suka bersenda gurau lagi seorang pelucu.
Ketika mereka melewati suatu kaum, berkatalah Nu’aiman kepada mereka. ”Maukah kamu membeli seorang budak dariku..?” ”Ya.” kata mereka. ”Sesungguhnya dia adalah budak yang pintar berbicara, dia pasti akan berkata kepada kamu bahwa dia bukan seorang budak dia adalah seorang yang merdeka. Jika kamu percaya kepadanya janganlah dibeli dan janganlah kamu merusak hubunganku  dengan budakku itu.” jelas Nu’aiman
”Kami akan membelinya dan tidak akan memperdulikan kata-katanya. ”kemudian mereka membelinya dengan harga sepuluh ekor unta yang masih bujang, lalu unta itu digiring oleh Nu’aiman dan diikat. Dan Nu’aiman berkata, ”Ambilah budak ini..!” mereka berkata kepada Suwaibith, ”Kamu telah kami beli.”
Suwaibith menjawab: ”Nu’aiman adalah pendusta, aku adalah orang yang merdeka,” mereka menjawab ”Kami telah diberi tahu tentang keadaanmu.” lalu lehernya diikat dan langsung dibawa pergi. Ketika Abu Bakar datang dan diberi tahu oleh Nu’aiman, maka segera ia pergi beserta kawan-kawannya menuju ketempat orang yang membeli Suwaibith dan mereka diberi tahu bahwa Nu’aiman hanya bermain-main saja dan unta-unta itu lalu diberikan lagi dan Suwaibith diminta kembali.
Kemudian mereka datang kepada Rasulullah serta memberitahukan kepada beliau tentang lelucon Nu’aiman. Maka Rasulullah pun tertawa.