Oleh : Sanghyang Mughni Pancaniti

  • Aku sudah lama berlatih mencintai manusia serta berlatih untuk tidak dicintai manusia, berlatih untuk tidak menghormati, untuk diremehkan, dihina, dipinggirkan, tanpa itu semua mengurangi rasa cintaku pada manusia.
  • Hokum tidak mengerti kecuali dirinya sendiri. Ia tidak mengakui segala sesuatu yang di luar dirinya
  • Benar-benar tidak penting siapa seseorang. Apa jabatan atau status sosialnya. Dunia akhirat yang penting adalah apa yang dia lakukan untuk orang banyak. Dicatat atau tidak, diketahui atau tidak, dipuji atau tidak, mendapat tanda jasa atau tidak.
  • Orang yang baik dan tokoh yang hebat bisa tiba-tiba menyandang dosa besar karena ia tidak mempersepsi sesuatu melalui metodologi tabayyun yang maksimal. Tabayyun itu konfirmasi dan rekonfirmasi, check and richek, mendata lengkap, melakukan mapping secara obyektif, menyelenggarakan analisis secara adil, kemudian mengambil kesimpulan dan keputusan yang arif dan indah.
  • Tuhan berfirman dengan pola komunikasi diskusi, “Yang kalian benci dan singkirkan itu mungkin justru yang baik dan kalian perlukan. Sementara yang kalian junjung-junjung tiap hari, itu mungkin yang berbahaya bagi kalian”
  • Kita bangsa bersuku-suku, tetapi cita-cita kita satu. Kita bermacam-macam budaya, tetapi gawang kehidupan satu. Kita punya banyak agama, ragam nilai, pilihan-pilihan di segala sisi kehidupan, tetapi obsesi kita satu. Satu cita-cita itu ialah menjadi kaya.
  • Yang melimpah jauh lebih baik dibanding Tuhan. Korupsi jauh lebih dipercaya dibanding hakikat dan metabolism rezeki. Orang lebih tertarik kepada kekayaan dibanding keshalehan. Orang lebih tergiur kepada kejayaan dibanding kemuliaan hidup.
  • Menjadi kaya adalah isi utama kepala manusia Indonesia, dan untuk itu dipilih cara dan jalan yang paling bodoh dan malas: acting menjadi pemimpin, ustadz, artis, wakil rakyat, lembaga zakat dan infak atau apa pun
  • Khalifah Umar bin Abdul Aziz menangis dan shalat taubat kepada Allah gara-gara seekor unta terpeleset nun jauh disana, namun masih di wilayah tanggung jawab kekhalifahannya.
  • 10.  Kekuasaan adalah jalan paling popular untuk mencapai cita-cita supaya kaya. Maka tidak ada agenda apa pun yang lebih diutamakan dibanding apa pun dalam kehidupan bangsa Indonesia melebihi agenda politik. Siang malam, tiap bulan, tiap tahun, headline, ngrumpi, obrolan gardu, apa pun saja sesungguhnya berpangkal dan berujung pada agenda politik.