Oleh: Sanghyang Mughni Pancaniti

  • Kita bisa seminggu penuh ngelembur mencatati kacaunya feosalisme dan hebatnya demokrasi, atau sebaliknya.
  • Tugas pemerintah mengolah modal kekayaan Negara untuk kesejahteraan rakyat lahir bathin.
  • Derajat pemerintah ada di bawah maqam rakyat. Tugas mereka mengolah modal kekayaan Negara untuk diantarkan kepada rakyat. Demokrasi adalah satu jenis kendaraan untuk mengantarkan kesejahteraan itu.
  • Pemerintah dilarang main-main, sok kuasa, lupa hakekat demokrasi dan rakyat, merasa dri di atas rakyat, dan lupa bahwa rakyat bisa hidup tanpa pemrintah sementara pemerintah tak bisa ada tanpa rakyat.
  • Kekayaan Negara tercecer-cecer mubajir, di kuasai maling dan kaum serakah yang derajatnya sama dengan ayam yang nothol-nothol nasi berceceran.
  • Para ahli wirid meminjam kata-kata Allah SWT minhaitsu la yahtasib : mereka akan menjumpai kenyataan jauh di luar yang mereka perhitungkan. Berbagai rekayasa tidak jujur, hati yang tidak adil, dan pikiran yang tidak objektif yang menimpa rakyat Indonesia di tengah impitan dan timbunan masalah-masalah, lambat atau cepat akan mengalami produk dari ‘minhaitsu la yahtasib’ mereka melakukan tipu daya, dari local sampai internasional, dan mereka akan kejagul karena Allah SWT adalah Maha Penipu Daya.Tinggal rakyat yang di tipu daya itu mempercepat dengan tangis mereka kepada Allah SWT, atau membiarkan irama Allah SWT berlangsung apa adanya.
  • Presiden dan seluruh jajaran pejabat birokrat adalah pembantu rumah tangga rakyat.Rakyat membayarnya, menyediakannya kantor, rumah dinas, kendaraan, serta segala kelengkapan untuk menjalankan tugasnya. Pemerintah adalah pihak yang di pilih, rakyat adalah pihak yang memilih. Yang memilih lebih tinggi derajatnya dan lebih berkuasa dari yang dipilih apalagi yang membayar dan yang di bayar. Yang membayar adalah bos yang di bayar adalah karyawan. Rakyat adalah juragan pemerintah adalah buruh.
  • Seluruh pasal konstitusi, hukum, dan aturan-aturan apapun dalam kehidupan bernegara, mengacu pada derajat kedaulatan rakyat yang terletak di atas kepala pejabat.
  • 9. Kantor yang di tempati walikota itu bukan pemerintah, melainkan gedung Negara. Pemerintah tidak punya gedung, lha wong orang-orang pemerintah saja di gajih oleh rakyat. Itu gedung Negara, Negara adalah aplikasi otoritas rakyat. Esensinya itu adalah gedungnya rakyat. Juga obil yang di kendarai walikota adalah mobilnya rakyat. Dan apa saja di badan walikota yang berasal dari keuangan Negara, itu adalah kepunyaan rakyat.
  • 10. Orang Indonesia gumunan, latah, dan gampang di bikin mabuk. Cukup di serbu dengan iming-iming. Segala yang memabukkan di masukkan ke Indonesia.