Oleh: Sanghyang Mughni Pancaniti

Demi nama-Mu Yang Maha Kasih dan Maha Sayang.. aku sanjung kekasih-Mu Muhammad bin Abdullah, dengan sanjungan yang banyak. Sebanyak apa-apa yang Engkau ketahui, dan sebanyak apa-apa yang tidak aku ketahui. Wahai Pencipta Adaku.. aku sujudkan batinku di hadapanmu mendo’a untuk ayah dan ibu.

Wahai Peniup Roh ke dalam badanku.. Saat aku berada di rahim ibu, dia tak pernah mengaduh dan mengeluh. Dia ucapkan syukur karena Engkau akan anugrahkan amanat-Mu berupa aku. Ayah rela tidak tidur untuk menjaga dan mengusap-usapku yang ada dalam perut ibu. Oleh karena itu, gantilah itu semua dengan usapan cinta-Mu dan penjagaan kasih-Mu kepada mereka berdua.

Wahai Maha Pendendang lagu kebesaran.. Saat aku melihat dunia dengan tangis, ayah dan ibu tertawa bahagia. Mereka tak jijik melihatku yang berlumur darah. Dan mereka dendangkan nama-Mu pada telingaku yang masih suci. Oleh karena itu, janganlah Engkau merasa jijik mengampuni setiap kesalahan yang mereka lakukan kepada-Mu. Alunkanlah seruling kebesaran-Mu pada setiap gerak langkah mereka.

Wahai Maha Pemeluk hamba yang kesepian.. Saat kecil aku sering menangis karena berkelahi dengan teman sebayaku, ayah dan ibu selalu memeluk menghiburku. Mereka berbisik di telingaku, ‘bersabarlah nak..’. oleh karena itu, peluklah jiwa mereka untuk selalu merasakan keagungan-Mu. Dan jika mereka menangis, maka usaplah air mata itu dengan tangan-Mu Yang Lembut..

Wahai Maha Pemberi anugrah.. Ibu dan ayah setiap hari mencucurkan keringat demi aku, mereka rela malam dijadikan siang, dan siang di jadikan malam untuk sepiring nasiku. Keluh dan kesah sudah tak mereka hiraukan. Oleh karena itu, gantilah keringat mereka dengan wewangian syurga-Mu. Serta anugrahilah mereka dengan tetesan rizki-Mu di setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, sampai mereka menghadap-Mu kembali.

Wahai Maha Penjaga Nyawa dan Ubun-ubunku.. Ibu dan ayah selalu bersabar atas setiap ketololan yang aku perbuat. Kalau pun mereka marah, itu bukan karena benci, tapi mereka menyayangiku. Oleh karena itu, gantilah kesabaran mereka dengan kesabaran-Mu dalam membimbing mereka menuju-Mu. Dan segeralah singkirkan berbagai duri yang menghalangi perjalanan mereka.

Wahai Maha Pengajar cinta.. Ibu dan ayah telah banyak mengajariku berbagai macam ilmu; mulai dari berjalan, berlari, menulis, menghitung, membaca, pengetahuan umum, pengetahuan agama, sampai pengetahuan akan-Mu. Oleh karena itu, ajarkanlah mereka ilmu yang nampak dan tersembunyi, yang syari’at dan yang hakikat, dan ilmu yang jika Engkau berikan ilmu itu kepada seorang manusia, maka dia akan betul-betul merasakan ada-Mu.

Wahai Maha Penentu Mautku.. ibu menggendongku dengan segenap tumpahan cinta yang lebih mahal dari mati hidupnya, dan ayah menyusun rencana menyediakan cita-cita. Oleh karena itu, gendonglah mereka menuju kemahaan-Mu yang Tak Terbatas. Serta susunlah bilik-bilik indah untuk suatu saat mereka bisa menempatinya dan hidup bersama-Mu, sehingga wajah-Mu lah yang haya ada dalam diri mereka.