Kata yang paling indah terucap adalah ungkapan syukur kepada Allah SWT, dengan syukur yang banyak. Sebanyak apa-apa yang Dia ketahui, dan sebanyak apa-apa yang tidak kita aku ketahui. Salam kehormatan untuk Kanjeng Nabi Muhammad SAW, yang menjadi pembuka apa-apa yang tertutup, dan penutup apa-apa yang terdahulu, serta sebagai penegak kebenaran dengan kebenaran.

‘Puisi Anak Tolol’, judul yang aku berikan dalam kumpulan puisiku ini. Kata ‘Tolol’ dalam pengerianku bukanlah tak mampu baca tulis atau bicara, namun ‘Tolol’ disini adalah saat hilangnya rasa ke-aku-an yang ada dalam diri. Apa yang aku miliki dalam hidup hanya pinjaman saja dari Tuhan, karena Dialah Pemilik Segala Yang Ada. Dan aku berharap menjadi orang yang mampu menghilangkan segala pengakuan dalam diriku.

Puisiku tak Seagung Firman Tuhan, Tak seindah sabda Kanjeng Nabi Muhammad, tak semisterius ungkapan Emha Ainun Nadjib, tak seberani ucapan WS. Rendra, tak semenarik kata-kata Kahlil Gibran, tak sedalam puisi Muhammad Iqbal, dan tak sesejuk syair Taufik Ismail. Namun inilah sepetik kata hatiku yang kupekatkan diatas lembar putih, untuk kenangkan Kais Sayang Tuhan yang tak pernah kering dan habis.

AKU TAKUT JADI ORANG PINTAR (28 Puisi)
BUKAN APA-APA (42 Puisi)
APA CINTA (9 Puisi)
WAHAI TUHAN YANG AGUNG (11 Puisi)
MUHAMMAD-KAN HAMBA (7 Puisi)
UNTUK YANG KUCINTA (15 Puisi)
NEGERI YANG ANEH (11 Puisi)
SEPUCUK SURAT DARI TUHAN (1 Puisi)
MEREKA SELALU ADA (1 Puisi)
SABDA UNTUK SEORANG BOCAH (4 Puisi)