H.R.Hidayat Suryalaga.

1. Bila Tatar Parahiyangan diibaratkan sebagai “ruang dalam” dari sebuah rumah Urang Sunda atau yang merasa jadi urang Sunda, maka Tatar Subang layaknya adalah halaman terdepan dari Tatar Sunda/Jawa Barat.

Perjalanan dari arah barat dari Ibu kota RI bila akan menuju ke arah Timur, sebagian besar akan melalui wilayah Tatar Subang, demikan pula sebaliknya. Sejak masa silam posisi strategis Tatar Subang menjadi persinggahan awal para “tamu”. Tercatat dalam sejarah ketika Syech Quro menyebarkan agama Islam  diawali dari wilayah tatar Subang (tepatnya wilayah Karawang sekarang). Ki Gede Wangsagoparana  penyebar agama Islam pada masa-masa awal dan menjadi cikal bakal para leluhur Cianjur, berkenan menetap  di Pasarean Nangkabeurit- Sagala Herang. Pasukan Sultan Agung ketika menyerang Batavia, lama singgah di bumi Tatar Subang sebelah utara. Penyebaran para petinggi kadaleman Sumedang pun tak urung menitipkan kualitas Kasumedangannya di wilayah Pamanukan dan Pagaden. Sehingga tidak sedikit putra-putra Jawa Barat yang sangat berkualitas adalah “pencaran” dari Kadaleman Pagaden dan wilayah Subang lainnya  Demikian pula siapa yang tidak mengenal sebuah nama kelompok yang sangat patriotis, cikal bakal yang menjadi daya dorong tentara Siliwangi, yaitu  PS (PARTISAN SILIWANGI) yang berpusat di Sagala Herang. Kalijati pun ditentukan oleh Belanda sebagai lapangan terbang yang sangat strategis. Pasukan Nippon pun  berlabuh di pantai Anjatan.

Sungguh  wilayah Kabupaten Subang, penuh dengan situs-situs kearifan lahiriah dan rohaniah Urang Sunda/Jawa Barat, sejak dulu sampai sekarang.

2. Kontur geografis Tatar Subang pun amat lengkap, menggambarakan kontur geografis Tatar Sunda/Jawa Barat secara utuh. Keadaan wilayah beraneka ragam ini berimbas kepada habitat alam dan karater masyarakatnya. Dan semuanya menjadi pelengkap kekayaan Jawa Barat dan menjadi untaian karakter bangsa Indonesia yang multi etnis, multi kultur  dan multyi religi. Keanekaragaman yang indah sejahatera dan damai.

3. Wilayah Tatar Subang sebelah Utara, adalah wilayah BASISIR, pantai utara yang menjadi saksi abadi dalam perjalanan keberadaan bangsa Indonesia Ekosistem nabati kelautan termasuk lengkap. Habitat yang penuh gelora kehidupan ini menumbuhkan karakter masyarakat Basisir yang pantang menyerah, beretos kerja tinggi, sedikit bertemperamen karena deraan ombak dan terpaan terik matahari lautan. Temperamen seperti ini sangat diperlukan dalam menyiasati pergulatan hidup yang semakin kompleks

4. Selanjutnya wilayah PEDATARAN, yang terhampar cukup luas, menjadi lumbung tanaman padi dan palawija. Kebahagiaan  karakter masyarakat wilayah pertanian ini terwujudkan dalam jenis-jenis kesenian yang merakyat, Lingkung-lingkung seni dengan pentasan kesenian rakyatnya seibarat bunga-bungan indah nan bertumbuhan di tatar Subang. Seiring dengan kepadatan penduduk dan berputarnya roda industri kini habitatnya mulai agak terdesak dengan kawasan multi industri. Semoga perubahan situasi ini justru menumbuhkan karakter  yang lebih dinamis, berdisiplin dan ramah lingkungan.

5. Wilayah agak ke dalam merupakan wilayah PERKEBUNAN (erpach) pada masa silam. Habitat alam ini berimbas pada karakter masyarakatnya yang beretos kerja tinggi, demokratis dan solid. Perlawanan atas ketidak adilan diwujudkan dalam bentuk seni yang penuh kearifan, semacam SISINGAAN yang kini telah mendunia (mondial-global) menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.

6. Agak ke dalam di ketinggian tertentu terdapat wilayah PAHUMAAN-tegalan. Ditumbuhi berjenis flora yang sangat bermanfaat bagi kehidupan. Kearifan masyarakat Sunda Lama yang berbasis Ngahuma/peladang, masih kuat melekat di masyarakatnya. Karakter yang egaliter (semua sederajat) dan Equaliter (semua sama dihadapan hukum) menumbuhkan karakter masyarakatnya yang masih kental dengan proses berkehidupan yang Silih Asih-Asah dan Asuh.

7. Wilayah  PEGUNUNGAN di dataran tinggi sampai ke wilayah gunung Tangkuban Parahu, Bukit Tunggul. Burangrang, G. Geulis. G. Kasur semoga masih bisa dipertahankan menjadi hutan andalan bagi masyarakat Tatar Sunda/Jawa Barat, sehingga DAS Citarum dan Cipunagara, dsb  akan terus menjadi sumber kehidupan lahiriah dan batiniah masyarakatnya.

8. Menyimak wacana di atas, terlihat terang bendrang, kualitas yang bagaimana yang harus dipunyai para pemimpin di Wilayah Tatar Subang. Seyogyanya mampu  menumbuhkan sinergi dengan habitat dan karakter masyarakat Subang yang demikian kuat dan  lengkap serta berprospek teramat baik bagi terwujudnya masyarakat Jawa Barat yang MADANI MARDOTILLAH.

9. Semoga ALLOH SWT selalu melindungi dan mencurahkan rahmat magfirahnya kepada kita semua. Insya-Allah.   AMIN.