Sanghyang Mughni Pancaniti

Kasus bunuh diri bukan hal asing yang diberitakan oleh televisi kita. Mulai dari orang miskin yang tak tahan dengan penderitaan hidup, sampai para pelajar yang tidak lulus ujian akhir.
Aku berkomentar tentang kasus bunuh diri kepada ibu, “Kenapa ada orang yang harus membunuh dirinya karena kemalangan hidup. Mereka telah mendahului ketentuan Allah. Mungkin nerakalah yang pantas bagi orang-orang seperti itu.”
“Sesungguhnya mereka membunuh dirinya untuk kita semua.” Sanggah ibu
“Lho kenapa? Apa hubungannya orang yang bunuh diri dengan kita?” Tanyaku pada ibu.
Ibu menjawab, “Prilaku bunuh diri adalah puncak dari kritik social yang bisa mereka lakukan. Mereka membunuh dirinya dengan resiko siap dihakimi Allah, dan rela dikutuk oleh sesamanya di dunia, demi supaya kita mau belajar menghargai kehidupan.”