LAMA-LAMA UDARA HARUS KITA BELI

Malam itu aku asyik mendengarkan siaran radio yang ada dalam handphoneku. Aku memindah-mindah frekwansi radio untuk mencari acara music atau apa pun yang membuat nyaman. Tiba-tiba kuhentikan pencarian saat mendengar  Emha Ainun Nadjib yang diundang oleh salah satu stasiun radio untuk menjadi pembicara.

Dalam acara tersebut Emha Ainun Nadjib berkata, “Anda minum air Aqua, dan itu pasti halal, tetapi masih ada masalah, ini perusahaan apa?, modalnya darimana? Dari uang korupsi atau bukan?, kalau mau lebih jauh lagi berbicara masalah ini, misalkan air milik Negara, berarti air itu milik rakyat, dan berarti milik Tuhan. Air itu harus gratis, air ini bukan produk manusia, tetapi produk Tuhan. Mestinya Negara memanage agar air itu gratis untuk rakyat, jadi haram hukumnya untuk menjual air. Kalau lebih jauh lagi, minyak harus gratis donk.! Emang lho bisa bikin minyak? Lho hanya bisa ngambil dari bumi, kemudian mengolahnya, sehingga menjadi premium, jadi solar, jadi minyak tanah, dsb. Kalau sekarang ente jual tanah, air pun ente jual, kemudian minyak pun ente jual, lama-lama udara harus kita beli. Sepertinya akan ada suatu masa, untuk menghirup udara yang segar, kita harus beli. Ini semua menurut filsafat agama dan theology, bukan saya yang ngomong.”