MENJALANI LAKON DENGAN SEGENAP JIWA RAGA

 

Akhir-akhir ini aku dan kawan-kawanku di kampus diberi tugas untuk membuat film, sebagai tugas dari ujian salah satu mata kuliah. Dan aku diberi tanggung jawab untuk membuat scenario.

Dinginnya malam serta seorang kawan menemaniku saat aku asik membuat scenario film. “Sulit sekali menulis scenario ini, padahal hanya beberapa karakter saja yang aku buat. Bagaimana dengan Tuhan yang membuat jutaan karakter, dan bagaimana Dia buat skenari-Nya.?” Celotehku pada kawan yang sedang asik membaca buku.

“Allah sudah selesai menyusun naskah-Nya dengan rapih. Dan kita tinggal melangkah menjalani lakon dengan segenap jiwa raga.” Kawanku berkomentar.

Aku bertanya, “Kalau begitu darimana aku tahu apa peranku, harus bagaimana, dan harus seperti apa diaolognya?

Kawanku menutup bukunya, kemudian memandangku dan berkata, “Adapun apa peranan kita, harus melangkah kemana, dan bagaimana bunyi dialognya, didalam kitab suci bisa digali isyarat-isyarat yang dilintaskan-Nya.”