Adik bungsu saya pernah bertanya kepada ibu tentang kenapa kita harus beribadah kepada Tuhan. Maka ibu menjawab,

“Jika kamu membuat boneka, siapakah yang berhak membuat aturan tentang boneka itu?: harus dibagaimanakan, bagaimana mengurusnya, jangan dibawa kemana saja, dan oleh siapa saja boneka itu boleh diminta.”

Adikku menjawab, “Tentu aku bu yang membuat aturan itu, karena aku lah yang membuat boneka itu.”

Ibu pun berkata, “Kamu tidak ikut membuat tanganmu, telinga dan matamu, juga aku Ibumu tidak bisa menciptakan tangan, telinga, dan mata. Sehingga kita berdua tidak berhak menentukann apa yang harus dan tidak boleh dilakukan oleh tangan, telinga, dan mata kita. Satu-satunya jalan adalah mengindahkan aturan yang tetapkan oleh Si Pembuat tangan, mata. Dan telinga kita. Kita tidak mempunyai kemungkinan lain kecuali taat kepada-Nya, meskipun kalau kita tidak taat kepada-Nya Dia lantas mengambil tangan kita. Allah begitu sabar menunggu tumbuhnya tanggung jawab kita.