Oleh: Sanghyang Mughni Pancaniti

Deru langkah mengintai lelah
Di tubuh terus mengucur nanah darah
Terhujam pedang pahitnya sejarah
Ah..

Lantas ada yang datang tiba-tiba
Membawa cita dan cinta
Purnama, ia kenalkan dirinya
Ya..

Erat sekali ia pegang tanganku
Begitu hangat ia peluk tubuhku
Menderas bagai ruh namanya di kalbu
Duh..

Dewi Amalia Purnamawati
Berdiri membelai pundak dan tengkuk
Mendekap dan menciumi bau ma’rifatku
Amin..

Bandung: 08:32. 11/16/2011