Sanghyang Mughni Pancaniti

Bismillahirrahmanirrahim..

Tuhanku, segala puja kuhaturkan kepada-Mu penuh takdzim. Shalawat dan salam hormat, semoga tetap dilimpahkan kepada makhluk terindah-Mu, Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Tuhanku Yang Maha Keren, aku berterima kasih kepada-Mu, karena Kau berkenan mendetakkan jantungku, tanpa aku lelah ikut memompanya. Kau alirkan darahku dari atas ke bawah, dari bawah ke atas, tanpa aku harus repot-repot ikut mengaturnya. Seluruh metabolisme dalam tubuhku, sungguh aku tak ikut andil mengendalikannya. Kau yang bekerja sendiri, wahai Yang Maha Bekerja.

Tuhanku Yang Maha Keren, aku berterima kasih kepada-Mu, karena tanpa sedikitpun aku ikut berupaya, Kau telah menumbuhkan bulu-bulu di beberapa bagian tubuhku yang vital. Halis, bulu mata, janggut, kumis, bulu ketiak, bulu betis, bahkan bulu kriting yang ada di sekitar kelaminku, yang membuat ‘barang kebanggaanku’ itu bertambah seksi dan elegant.

Tuhanku Yang Maha Keren, aku berterima kasih kepada-Mu, karena kau sisipkan sedikit kotoran di beberapa anggota tubuhku, tanpa aku ikut campur menumpuknya disana. Lalu, kau suruh aku membersihkan semua itu. Keindahan sungguh aku rasakan, terutama ketika membersihkan kotoran yang ada di telingaku dengan cutten but, aku menggelinjang penuh nikmat, Tuhanku. Terima kasih, terima kasih.

Tuhanku Yang Maha Keren, aku berterima kasih kepada-Mu, karena tanpa perlu kuperintahkan, sepersekian detik sebelum aku bersin, hukum alam-Mu telah lebih dahulu menutup mataku secara otomatis. Karena, Tuhanku, menurut beberapa pakar, jika mata seseorang terbuka ketika dirinya bersin, sungguh kedua bola matanya akan keluar dari sarangnya. Loncat. Saking kerasnya tekanan bersin itu.

Tuhanku Yang Maha Keren, sungguh hamba-Mu ini selalu lalai akan nikmat-nikmat itu. Selama ini, aku anggap semua itu adalah sepele, sampai lupa kusyukuri. Aku terlalu sibuk berdo’a kepada-Mu dengan minta ini minta itu, seperti seorang pedagang menagih janji. Aku terlalu banyak minta dijaga dari ini dan itu, seperti seorang majikan kepada satpamnya. Padahal kekasih-Mu Muhammad telah memberitahuku, bahwa sebaik-baik do’a adalah Hamdalah, bersyukur kepada-Mu.

O Ya, satu lagi, Tuhanku Yang Maha Keren, satu lagi yang aku harus berterima kasih kepada-Mu, karena Kau telah menciptakan salah satu sistem syaraf dalam tubuhku yang kerjanya memberi tahu bahwa aku ingin kencing dan berak. Sungguh tak bisa kubayangkan jika Kau tak membuat saraf semacam itu. Sepertinya, ketika aku berkhotbah, berteriak-teriak diatas gedung menghadapi ribuan masa, berbincang dengan beberapa relasiku di sebuah restoran, bersalaman dengan presiden dan para pejabat negeri ini, atau sedang mengimami ribuan ummat ketika shalat di masjid pinggir rumahku, tiba-tiba dari kemaluan dan duburku keluar kotoran yang menjijikan, tanpa aku tahu sebelumnya bahwa semua itu akan keluar.

 

O7 Ramadhan, 27-07-2012. 19:55