Posts from the ‘gusdur’ Category

Mengapa Saya Golput?

Oleh: Abdurrahman Wahid

Kita semua tahu, bahwa dalam pemilu capres-cawapres 20 September 2004 nanti, terdapat dua pasanagan: Megawati Soekarnoputri (M)- Hasyim Muzadi (H) di satu sisi dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) – M. Jusuf Kalla (MJK). Tiap kali ditanya orang, penulis menyatakan tidak akan memilih pasangan manapun sikap ini dinamai golongan putih atau golput. Karena ditanya berulang kali dimana-mana, maka penulis memutuskan untuk mengemukakan jawaban itu dalam sebuah artikel yang kali ini Anda baca sendiri. Penulis berharap, dengan demikian tidak ada lagi yang bertanya, dan terus terang saja tidak akan ada yang dapat merubahnya. Namun penulis akan memenuhi ketentuan undang-undang tentang hal ini: tidak mengajak siapapun, melainkan melakukan tindakan yang merupakan pilihan pribadinya, tanpa ajakan formal kepada siapapun juga. Baca lebih lanjut…

Aneka Pendapat Tentang Golput

Artikel ini didiktekan hari Sabtu 18 September 2004, sambil menunggu pesawat terbang di Cengkareng. Artikel ini dimaksudkan untuk diterbitkan 24 September 2004, beberapa hari setelah pemilu Capres-Cawapres dipilih dalam pemilu putaran kedua. Dua hari sebelumnya, melalui siaran-siaran radio Elshinta dan Jakarta News FM, penulis mengikuti serangkaian pendapat para pendengar tentang pemilu tersebut. Yang paling menarik adalah kenyataan betapa sengitnya pendapat tentang golput alias golongan putih, yaitu para pemilih yang memilih tidak menggunakan hak pilih mereka dengan cara tidak datang ke tempat-tempat pemungutan suara (TPS) Baca lebih lanjut…

Kyai Mutamakkin dan Perubahan Strategi NU

Tahun lalu, penulis diminta menyampaikan makalah dalam sebuah seminar yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah di Ciputat Jakarta. Seminar itu diselenggarakan untuk memperkenalkan buku karangan Zainul Milal Bizawie tentang Kyai Ahmad Muamakkin. Dalam kesempatan itu, penulis hanya berbicara tentang hal-hal yang mendasar, tanpa mempersiapkan sebuah makalah tertulis. Karena harus berbicara mengenai Kyai Ahmad Mutamakkin dari Kajen, Pati (Jawa Tengah), Baca lebih lanjut…

Kerja Besar Kita ke Depan

Oleh Abdurrahman Wahid
KITA dibuat tertegun dengan kenyataan bahwa dalam proses pembangunannya bangsa ini didominasi orang kaya/elite. Tidak punya uang, maka harus “mengalah” dari mereka yang lebih beruntung. Pendidikan dan sebagainya hanya menganakemaskan mereka yang kaya. Dikotomi kaya-miskin ini berlaku di hampir semua bidang kehidupan. Nah, bagi mereka yang merasa tertinggal, mengakibatkan munculnya rasa marah dan dendam. Pemerintah turut bersalah dalam hal ini, karena mengambil pihak yang salah untuk dijadikan panutan. Baca lebih lanjut…