Posts from the ‘Rangkumanku’ Category

Muhammad SAW: Sang Filsuf Teragung

Oleh: Sanghyang Mughni Pancaniti

Filsuf teragung sekolong langit tiada lain adalah Nabi kita Muhammad SAW. Dari tarikh kita bisa tahu bahwa pada umur 7 tahun beliau telah bertanya kepada pamannya tentang hakikat penciptaan semua yang ada ini. pertanyaan Muhammad inilah yang kemudian oleh Ibnu Sina disebut al-Hads, yaitu kemampuan potensial yang sangat kuat dalam jiwa manusia yang sedang belajar.

Kita pun tahu bahwa Muhammad suka merenung di Gua Hira sampai pada akhirnya ia menerima wahyu Ilahi di sana. Sebelum ia diangkat menjadi Rasul, tepatnya pada usia 35 tahun, dengan kecerdasan berfikir yang mengagumkan, ia telah mendamaikan pertikaian di kalangan suku Quraisy. Ketika setiap golongan merasa berhak menyimpan Hajar Aswad ke tempat asal mulanya pada bangunan ka’bah yang baru diperbaiki, ia terpilih menjadi pendamai. Coba dengarkan kecerdasannya ketika ia berkata, “Serahkan kain sorban kepadaku dan kemarilah masing-masing kepala golongan, pegang ujung-ujung kain itu oleh kalian, kemudian angkatlah bersama-sama.” Maka Muhammad menyimpan batu hitam itu ke tempat asalnya. Itulah yang disebut Filsuf sejati. Filsuf sejati bukanlah mereka yang sanggup berfikir tentang sesuatu yang besar, melainkan mereka yang gelisah melihat realitas di sekitarnya yang dipenuhi oleh permasalahan, seperti: penindasan kaum perempuan, perampokan, penggusuran tanah kaum miskin, merajalelanya pelacuran, riba, judi, dan tindakan makar lainnya. Filsuf sejati akan mencari pencerahan apakah gerangan yang menyebabkan itu semua terjadi, bagaimana cara mengatasinya, bagaimana mengubah serta menjauhkan masyarakatnya dari jurang kehancuran dan kegelapan, menuju masyarakat yang penuh dengan kedamaian, damai, dengan penuh kebijaksanaan.

Baca lebih lanjut…

Iklan

Ensiklopedi Emha Ainun Nadjib Part 11

Oleh: Sanghyang Mughni Pancaniti

  • Kita bisa seminggu penuh ngelembur mencatati kacaunya feosalisme dan hebatnya demokrasi, atau sebaliknya.
  • Tugas pemerintah mengolah modal kekayaan Negara untuk kesejahteraan rakyat lahir bathin.
  • Derajat pemerintah ada di bawah maqam rakyat. Tugas mereka mengolah modal kekayaan Negara untuk diantarkan kepada rakyat. Demokrasi adalah satu jenis kendaraan untuk mengantarkan kesejahteraan itu.
  • Baca lebih lanjut…

Ensiklopedi Emha Ainun Nadjib Part 10

Oleh : Sanghyang Mughni Pancaniti

  • Aku sudah lama berlatih mencintai manusia serta berlatih untuk tidak dicintai manusia, berlatih untuk tidak menghormati, untuk diremehkan, dihina, dipinggirkan, tanpa itu semua mengurangi rasa cintaku pada manusia.
  • Hokum tidak mengerti kecuali dirinya sendiri. Ia tidak mengakui segala sesuatu yang di luar dirinya
  • Baca lebih lanjut…

Ensiklopedi Emha Ainun Nadjib Part 9

Oleh: Sanghyang Mughni Pancaniti

  • Dalam menjalankan kehidupan ini, untuk kepentingan pribadi, keluarga, group, kelompok, komunitas, dan apa pun yang terkait dengan pribadi saya, sungguh-sungguh tidak boleh ada pengemisan, proposal, iklan, promosi, mengajukan diri, mencalonkan diri, atau apa pun saja yang ada frekuensi kepengemisannya.
  • Baca lebih lanjut…